RADARSOLO.COM – Di tengah gelombang demonstrasi yang mendesak mundur Bupati Sudewo, nama Risma Ardhi Chandra, Wakil Bupati Pati, menjadi sorotan publik.
Massa menggelar aksi demo Pati pada Rabu (13/8/2025) untuk memprotes kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB P2) yang kontroversial.
Meksi kebijakan kenaikan PBB P2 sebesar 250 persen itu batal, namun desakan agar Bupati Sudewo mundur dari jabatannya, kian memanas.
Bahkan, DPRD Pati telah ketok palu membentuk panitia khusus (pansus) pemakzulan.
"Rapat paripurna mengenai tentang kebijakan Bupati Pati. Pengembangan pada saat terbentuk pansus untuk mengusut kebijakan Bupati Pati," tutur Ketua DPRD Pati Ali Badrudin.
Dengan situasi saat ini, Risma Ardhi Chandra berpotensi besar untuk menggantikan Sudewo untuk memimpin Pati hingga 5 tahun mendatang.
Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, wakil bupati akan secara otomatis naik menjadi bupati jika kursi kepala daerah kosong.
Profil Risma Ardhi Chandra
Risma Ardhi Chandra lahir di Semarang pada 11 Mei 1976.
Ia menempuh pendidikan di SMK Negeri 1 Pati sebelum melanjutkan ke Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang dengan mengambil jurusan Teknik Elektro.
Sebelum terjun ke dunia politik, Chandra mengawali kariernya sebagai rekanan IT di PLN Pati.
Setelah 4 tahun, ia memutuskan mengundurkan diri dan beralih menjadi pengusaha.
Ia mendirikan perusahaan IT bernama PT Indo Pratama Network yang berfokus pada sistem transaksi online (payment gateway).
Bisnisnya berkembang pesat, hingga memiliki kantor di Pati, Semarang, dan Jakarta.
Gurita Bisnis Perikanan dan Batu Bara
Setelah sukses di bidang IT, Chandra tidak berhenti di situ. Ia melebarkan sayapnya ke sektor perikanan dengan mendirikan CV. Dua Putra bersama teman-temannya di Juwana pada 2007.
Perusahaan ini kemudian berkembang pesat dan berganti nama menjadi PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. pada tahun 2015.
"Pada 2007 bersama teman-teman di Juwana. Waktu itu namanya CV Dua Putra. Kemudian akhirnya pada 2015 berkembang menjadi PT resmi,” ucap Chandra, dilansir dari Radar Pati.
Perusahaan ini bahkan mendapatkan apresiasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kala itu.
Tak hanya IT dan perikanan, Chandra juga menjalin kemitraan di bidang batu bara di Jakarta.
Terjun ke Politik
Pengalaman sebagai pengusaha sukses inilah yang mendorong Chandra untuk terjun ke dunia politik.
Dia bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada 23 Agustus 2024.
Tak lama kemudian, Chandra mengikuti kontestasi politik dengan maju sebagai calo wakil bupati di Pilkada Pati 2024.
Dia menjadi pasangan Calon Bupati Sudewo dan berhasil memenangkan pemilihan dengan perolehan suara 419.684, atau 53,53%.
Keduanya dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati pada 20 Februari 2025.
Kini, dengan isu pemakzulan yang menguat, Risma Ardhi Chandra berpotensi besar untuk mengambil alih kendali kepemimpinan di Kabupaten Pati. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria