Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Siapa Pemilik Hotel Indonesia Syariah Pekalongan? Viral Usir Tamu Gara-gara Tolak Biaya Tambahan Rp10 Ribu di Luar Aplikasi

Syahaamah Fikria • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 05:07 WIB
Ilustrasi hotel.
Ilustrasi hotel.

RADARSOLO.COM – Nama Hotel Indonesia Syariah Pekalongan viral, setelah sebuah video TikTok yang diunggah oleh seorang tamu bernama Rama Sahid mencuat.

Dalam video tersebut, Rama mengaku diusir dari kamarnya pada tengah malam setelah menolak membayar biaya tambahan yang tidak tertera dalam aplikasi pemesanan online.

Insiden ini sontak memicu kemarahan publik dan membuat netizen ramai-ramai mencari tahu siapa sosok pemilik hotel yang menjadi sorotan tersebut.

Kronologi Tamu Diusir

Video yang viral tersebut memperlihatkan Rama Sahid dihadapkan oleh seorang pria dan wanita yang mengetuk pintu kamarnya dengan keras.

"Oknum Hotel Indonesia ngusir jam 11 malam, loh kok bisa?" tulis Rama dalam unggahannya.

Ia menceritakan bahwa kamarnya sudah dibayar lunas melalui aplikasi pemesanan online. Namun, pihak hotel menagih biaya tambahan yang tidak jelas.

Saat ia meminta uangnya kembali, pihak hotel justru memintanya untuk mengajukan refund melalui aplikasi, yang berujung pada pengusiran.

“Saya kekeh dengan prinsip saya, nggak ada tambahan biaya sama sekali,” ujar Rama.

Rama menolak permintaan tersebut dengan alasan masalah selisih harga seharusnya diselesaikan antara pihak hotel dan aplikasi, bukan dibebankan ke tamu.

“Yang ngakunya akadnya syariah, tetapi setelah sampai sana malah dikasih biaya tambahan,” tegasnya.

Menurutnya, ini kali pertama ia diminta membayar biaya tambahan meski sebelumnya sudah sering menginap di hotel.

Klarifikasi Hotel

Setelah viral video Rama, pihak manajemen Hotel Indonesia Syariah Pekalongan kemudian memberikan klarifikasi melalui akun TikTok resmi mereka.

Mereka menuding tamu tersebut tidak mengikuti prosedur yang berlaku.

Yaitu tidak menyelesaikan administrasi dan menolak membayar biaya tambahan sebesar Rp10.224 yang merupakan kebijakan internal hotel.

Meskipun demikian, klarifikasi ini tidak meredam kemarahan publik.

Banyak yang mempertanyakan transparansi hotel terkait biaya tambahan yang tidak tertera di aplikasi.

Di Google Maps, rating hotel anjlok menjadi 3,7/5 bintang dari 830 ulasan.

Bahkan sempat diubah namanya oleh netizen menjadi Hotel Ghoib Indonesia Pekalongan.

Identitas Pemilik Hotel Diburu

Di tengah perdebatan ini, perhatian publik beralih ke sosok pemilik hotel.

Dari sebuah pengumuman tertulis yang beredar di media sosial, tertera nama Hj Afifah sebagai pemilik resmi Hotel Indonesia Syariah Pekalongan.

Selain itu, sebuah akun TikTok bernama @ariyesti18 juga ramai dibicarakan.

Netizen menduga akun tersebut milik wanita berbaju kuning yang terlihat dalam video viral Rama Sahid.

Namun, akun tersebut diatur dengan mode privat, sehingga publik tidak bisa mengakses informasi lebih lanjut.

Sementara itu, akun Instagram @pekalonganterkini_ yang sebelumnya mengunggah kronologi kejadian dari sisi hotel, menyatakan bahwa mereka hanya media lokal yang memberikan informasi, bukan perwakilan resmi hotel. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#pekalongan #viral #biaya tambahan #tamu hotel #hotel indonesia syariah pekalongan #hotel