RADARSOLO.COM - I Gusti Kompyang Manila atau dikenal IGK Manila meninggal dunia pada Senin (18/8/2025) pagi.
Informasi tentang meninggalnya IGK Manilai diketahui dari Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Jakarta, Ferry Indra Sjarief.
"Assalamualaikum rekan2 telah berpulang Bpk Gubernur ABN Engkong Jenderal I.GK Manila jam 9.00 wib di RS Bunda Menteng," demikian keterangan dari Ferry Indra Sjarief.
Profil IGK Manila
I Gusti Kompyang (IGK) Manila pernah menjabat sebagai manajer Timnas Indonesia pada SEA Games 1991 di Manila, Filipina.
Di bawah kepemimpinannya, Timnas Indonesia tampil memukau meski mayoritas dihuni pemain muda.
Indonesia berhasil menumbangkan Malaysia, Vietnam, dan tuan rumah Filipina di babak penyisihan.
Pada semifinal, tim Garuda menyingkirkan Singapura lewat adu penalti 4-2.
Puncaknya, Indonesia mengalahkan Thailand di final melalui tos-tosan 4-3 setelah kedua tim bermain imbang 0-0.
Prestasi ini menjadi bukti kontribusi IGK Manila dalam mengangkat prestasi sepak bola Indonesia di level regional.
Kontribusi IGK Manila untuk Klub dan Liga Indonesia
Selain membela Timnas, IGK Manila juga berperan penting di level klub.
Ia membawa Bandung Raya meraih gelar Liga Indonesia 1996.
Tak hanya itu, sebagai chef de mission Persija Jakarta, IGK Manila turut andil membawa Macan Kemayoran menjadi juara Liga Indonesia 2001.
Bapak Wushu Indonesia
Di luar lapangan hijau, IGK Manila dikenal sebagai Bapak Wushu Indonesia.
Ia berjasa memperkenalkan sekaligus membina cabang olahraga bela diri ini di Tanah Air, membuktikan dedikasinya tidak terbatas pada sepak bola.
Mengabdi Melalui Pendidikan Kader Bangsa
IGK Manila juga dipercaya menjadi Gubernur ABN NasDem, lembaga kaderisasi yang didirikan Partai NasDem pada 2017.
Di sini, ia mendidik generasi muda menjadi pemimpin visioner dan berintegritas tanpa melupakan nilai kebangsaan.
Baca Juga: Kabar Duka! IGK Manila, Tokoh Olahraga dan Mantan Manajer Timnas Indonesia Meninggal Dunia
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengenang sosok IGK Manila sebagai pribadi langka yang mendedikasikan hidupnya untuk bangsa.
Jejak Panjang Seorang Pejuang
IGK Manila lahir di Singaraja, Bali, 8 Juli 1942, dan meniti karier di TNI AD hingga pangkat Mayor Jenderal.
Keteladanan, disiplin, dan cinta tanah air selalu terlihat dalam setiap peran yang diembannya, baik di medan tugas, lapangan sepak bola, maupun pendidikan politik.
Kini, IGK Manila telah berpulang, namun jejak dan semangat juangnya akan terus hidup dalam sejarah olahraga dan pendidikan bangsa Indonesia.(np)
Editor : Nur Pramudito