Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

6 Fakta Pilu di Balik Viral Spanduk Desa Maling di Pamekasan Madura, Bahkan Spanduknya Pun Diduga Ikut Dimaling

Syahaamah Fikria • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 03:24 WIB
Spanduk bernada satir terpasang di salah satu sudut di Dusun Pokapoh, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura.
Spanduk bernada satir terpasang di salah satu sudut di Dusun Pokapoh, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura.

RADARSOLO.COM – Jagat maya heboh dengan viral spanduk satir bertuliskan “Selamat Datang di Desa Maling” yang terpampang di Dusun Pokapoh, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Namun di balik viralnya spanduk itu, ada kisah getir tentang keresahan warga yang sudah lama merasa hidup di bawah bayang-bayang pencurian.

Berikut 5 fakta pilu di balik viralnya spanduk “Desa Maling” yang ternyata dipasang warga sendiri sebagai bentuk protes keras:

1. Spanduk Satir Dipasang Warga Sendiri

Spanduk tersebut bukan ulah provokator dari luar desa, melainkan suara keputusasaan warga setempat.

Mereka merasa lelah karena aksi pencurian motor, perhiasan emas, hingga barang berharga lain terus terjadi tanpa ada pelaku yang benar-benar tertangkap.

Tokoh masyarakat, Marsuto Alvianto, mengungkapkan bahwa spanduk itu hanyalah teriakan minta tolong warga.

"Di daerah sini sering kehilangan tapi belum ditangkap pelakunya," katanya.

Spanduk bernada satir
Spanduk bernada satir

2. Pencurian Sudah Berlangsung Lama, tapi CCTV Mati

Aksi pencurian bukan barang baru di desa tersebut.

Marsuto bahkan mengingat kembali kasus pada tahun 2022 ketika emas warga lenyap, namun CCTV di sekitar lokasi kebetulan mati karena listrik padam.

Warga menduga kuat pelaku adalah orang yang sudah paham situasi di desa mereka.

3. Puncak Amarah Warga saat 2 Motor Raib Sekaligus

Menjelang perayaan 17 Agustus 2025, dua unit motor warga hilang dalam semalam.

Ironisnya, korban membeli motor itu dari hasil menjual tanah. Peristiwa ini menjadi pemicu utama pemasangan spanduk “Desa Maling”.

Lebih parah, pelaku bahkan sempat menghubungi korban dan meminta tebusan agar motor bisa dikembalikan.

"Bahkan pelaku meminta tebusan kepada korban," ujar Marsuto.

4. Warga Tahu Pelakunya

Meski sudah punya nama-nama terduga pelaku, warga enggan bergerak karena takut. Pola kejahatan yang sama berulang kali terjadi, membuat masyarakat semakin resah.

"Kalau dulu habis nyuri hilang orangnya. Beberapa lama muncul lagi, pasti ada yang hilang lagi," ungkap Marsuto.

"Masyarakat sebenarnya sudah tahu siapa pelakunya, tetapi mereka takut," imbuh dia.

5. Spanduk Desa Maling Ikut Dimaling

Ironisnya, spanduk “Selamat Datang di Desa Maling” yang viral justru ikut hilang pada malam hari.

Entah karena angin atau dicopot seseorang, warga tak mengetahuinya.

Tak tinggal diam, warga kembali memasang spanduk baru dengan tulisan lebih pedas.

“Desa Paling Aman se-Dunia, Termasuk Aman bagi Maling-maling untuk Mencuri dan Dijamin Tidak Akan Tertangkap.”

6. Polisi Turun Tangan

Kepolisian Pamekasan memastikan sudah menindaklanjuti keresahan warga. Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Jupriadi, menyebut tim Reskrim tengah menyelidiki kasus ini.

"Sudah ada upaya penyelidikan dan penggerebekan untuk mencari pelaku," jelasnya. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#viral #spanduk #madura #pamekasan #pencurian #desa maling