RADARSOLO.COM - Di tengah viralnya kabar hoaks yang menyebut Pasha Ungu mundur dari DPR karena menolak "makan uang haram", muncul pertanyaan menarik: mengapa tokoh yang jadi sasaran hoaks itu justru Pasha, bukan politisi lain?
Jawabannya ada pada perjalanan kariernya yang penuh liku dan kontras, dari panggung musik hingga gedung parlemen.
Transformasi inilah yang membuat Pasha jadi sosok ideal untuk dijadikan narasi dramatis di tengah kekecewaan publik.
Berikut lima fase penting karier Pasha Ungu yang menjelaskan mengapa publik begitu mudah percaya dengan isu mundurnya dari DPR.
Baca Juga: Viral Pasha Ungu Mundur dari DPR RI Gegara Tak Mau Makan Uang Haram, Benarkah? Ini Faktanya
1. Musisi Idola Generasi 2000-an
Nama Pasha pertama kali melejit sebagai vokalis band Ungu.
Dengan rambut gondrong dan suara khas, ia menjadi idola remaja di awal 2000-an.
Citra sebagai musisi menjadikannya sosok yang terasa jauh dari dunia politik yang kaku.
Ingatan kolektif publik tentang Pasha sebagai "anak band" inilah yang membuatnya dianggap sebagai orang luar yang berbeda.
Baca Juga: Viral Pasha Ungu Mundur dari DPR RI Gegara Tak Mau Makan Uang Haram, Benarkah? Ini Faktanya
2. Kejutan Terjun ke Politik sebagai Wakil Wali Kota Palu
Langkah mengejutkan datang pada 2016 ketika Pasha terjun ke politik.
Ia terpilih sebagai Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Meski banyak diragukan, Pasha menuntaskan masa jabatannya hingga selesai.
Fase ini menegaskan bahwa ambisi politiknya bukan sekadar iseng atau pencitraan.
3. Naik Kelas ke Senayan
Karier politiknya berlanjut ke level nasional. Pasha terpilih sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PAN periode 2024–2029.
Kursinya di Senayan otomatis menempatkannya di dalam lembaga yang sering jadi sasaran kritik publik.
Karena itu, narasi hoaks “mundur dari DPR” terdengar dramatis dan mudah dipercaya.
Baca Juga: Viral Pasha Ungu Mundur dari DPR RI Gegara Tak Mau Makan Uang Haram, Benarkah? Ini Faktanya
4. Politisi Pragmatis, Bukan Pemberontak
Fakta di lapangan menunjukkan Pasha bukanlah sosok pemberontak yang vokal mengkritik lembaganya.
Ia lebih dikenal sebagai politisi yang pragmatis, mengikuti arus politik, dan menjadi bagian dari sistem.
Inilah yang membuat klaim dalam video viral—bahwa Pasha keluar karena kecewa—tidak sesuai dengan realitas.
5. Hoaksnya Mudah Viral
Ada dua alasan mengapa isu ini cepat menyebar. Pertama, Pasha adalah wajah publik yang familiar, sehingga berita tentangnya gampang mencuri perhatian.
Kedua, publik masih menyimpan citra Pasha sebagai “anak band” yang dianggap outsider di dunia politik.
Gabungan keduanya membuat klaim “mundur karena muak” terasa relevan sekaligus menusuk, meskipun sama sekali tidak benar.
Hoaks soal mundurnya Pasha Ungu dari DPR bukanlah sekadar kabar bohong biasa.
Ia mencerminkan bagaimana perjalanan karier seorang musisi yang berubah jadi politisi bisa dipelintir untuk memuaskan kerinduan publik akan figur idealis.
Pasha sendiri bukanlah pemberontak, melainkan politisi pragmatis.
Namun, citranya yang unik membuatnya jadi sasaran empuk bagi narasi viral semacam ini.(np)
Editor : Nur Pramudito