RADARSOLO.COM - Kejadian dugaan kekerasan terhadap peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) kembali mencuat.
Kali ini insiden tersebut diduga terjadi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Sleman, Yogyakarta.
Kasus ini ramai setelah diunggah oleh akun Instagram @drg.mirza dalam fitur story.
Dalam unggahan itu terlihat tangkapan layar pesan WhatsApp yang berisi laporan dugaan penganiayaan.
"Ini temenku 2 orang lagi visum. Dia mukul temenku sama ngatain-ngatain temenku bawa RAS segala," tulis isi pesan yang dibagikan ulang.
Pada unggahan lainnya, disebutkan bahwa pelaku dugaan kekerasan adalah seorang dokter spesialis senior dari sebuah rumah sakit di Magelang yang saat itu sedang mengantar orang tuanya berobat ke RSUP Sardjito.
"Yang melakukan adalah senior spesialis dari salah satu RS di kota lain yang saat ini mengantar orang tuanya yang sakit," demikian bunyi potongan status yang diunggah ulang drg Mirza.
Respons Kementerian Kesehatan
Menanggapi kabar tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI, Aji Muhawarman, menyatakan bahwa kasus dugaan kekerasan terhadap dokter residen di RSUP Sardjito sedang ditangani.
“Sedang ditangani oleh pihak internal Sardjito,” ujarnya dikutip dari JAWA POS, Minggu (24/8/2025).
Aji menambahkan, pihaknya belum dapat menjelaskan lebih jauh terkait kronologi maupun penyebab kejadian tersebut.
“Besok akan disampaikan perkembangan penanganannya bersama pihak-pihak terkait,” pungkasnya.
Editor : Nur Pramudito