Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Viral Ompreng MBG Diduga Mengandung Minyak Babi hingga Palsukan SNI, Apa Kata Menteri Agama Nasaruddin Umar?

Syahaamah Fikria • Rabu, 27 Agustus 2025 | 03:06 WIB
Ilustrasi menu makanan di program makan bergizi gratis (MBG).
Ilustrasi menu makanan di program makan bergizi gratis (MBG).

RADARSOLO.COM – Program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makanan Bergizi (MBG), tengah diterpa isu tak sedap. Nampan makanan atau ompreng yang digunakan untuk menyajikan makanan bagi jutaan siswa disebut-sebut mengandung minyak babi.

Bahkan, ompreng MBG itu diduga diimpor China secara ilegal.

Kabar tersebut pertama kali mencuat lewat laporan investigasi Indonesia Business Post yang terbit pada Senin (25/8/2025).

Hasil liputan itu menyebut adanya praktik impor ilegal, pemalsuan label Standar Nasional Indonesia (SNI), hingga dugaan penggunaan bahan berbahaya maupun kandungan minyak babi dalam pembuatan food tray atau ompreng MBG.

Isu ini sontak memicu keresahan publik, khususnya umat Islam, mengingat program MBG dirancang untuk meningkatkan gizi 82,9 juta pelajar di seluruh Indonesia yang mayoritas beragama muslim.

Menag Nasaruddin Umar Buka Suara

Menanggapi kabar tersebut, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar akhirnya buka suara.

Ia menegaskan, Kementerian Agama akan menindaklanjuti laporan itu dengan serius.

“Masukan-masukan itu silakan diserahkan ke pengelolanya. Tapi secara formal kita terima jadi dan asumsinya sudah beres semuanya. InsyaAllah kalau memang ada temuan seperti itu, segera akan kita perbaiki,” ujar Nasaruddin Umar, Selasa (26/8/2025).

Dia juga mengakui bahwa selama ini Kemenag hanya menerima jadi, dengan asumsi seluruh perlengkapan program MBG, termasuk aspek kehalalannya, telah sesuai standar.

“Ya, kita terima jadi, dan asumsinya semuanya baik,” tambahnya.

 

IPNU Minta Uji Laboratorium

Sorotan juga datang dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Ketua Umum IPNU Muhammad Agil Nuruz Zaman menilai perlu adanya penelitian lebih lanjut, terutama terkait status kehalalan ompreng MBG.

“Kalau halal produknya, bahan-bahan dalam proses pembuatan food tray itu perlu kita teliti lebih dalam lagi,” kata Agil.

Menurut laporan investigasi, ada pabrik di kawasan Chaoshan, China, yang secara sengaja memproduksi nampan dengan label “Made in Indonesia” lengkap dengan logo SNI palsu.

Praktik ini tidak hanya merugikan dari sisi perdagangan internasional, tetapi juga berpotensi menipu konsumen dalam negeri. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#ipnu #nasaruddin umar #SNI #impor #Mbg #Makan Bergizi Gratis #china #menteri agama #minyak babi #ompreng