Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Nasib 2 Rumah Mewah Dwi Hartono: Dulu Bak Hunian Sultan, Kini Sunyi Mencekam Usai Pemiliknya Otaki Pembunuhan Sadis Kacab Bank BUMN

Syahaamah Fikria • Kamis, 28 Agustus 2025 | 05:15 WIB
Rumah milik Dwi Hartono di Jalan Raya Kota Wisata, Komplek Perumahan Kota Wisata, Kabupaten Bogor, terlihat kosong.
Rumah milik Dwi Hartono di Jalan Raya Kota Wisata, Komplek Perumahan Kota Wisata, Kabupaten Bogor, terlihat kosong.

RADARSOLO.COM - Kemewahan dua rumah megah milik Dwi Hartono di kawasan elite Kota Wisata, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, kini menyisakan kisah ironi.

Hunian yang dahulu berdiri gagah layaknya rumah sultan, kini tampak mencekam setelah pemiliknya ditangkap karena mengotaki kasus penculikan dan pembunuhan Kacab bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta.

Berlokasi di Blok Q1 Nomor 8 dan 9, dua rumah berkelir putih dengan pagar emas itu kini tertutup rapat.

Tak ada aktivitas sama sekali, bahkan lampu halaman dibiarkan menyala meski siang hari, menambah aura misteri seolah bangunan tersebut telah benar-benar ditinggalkan.

Dari Simbol Kemewahan Jadi Saksi Bisu

Dwi Hartono dikenal sebagai pengusaha sukses sekaligus motivator yang mendirikan dua perusahaan, PT Hartono Mandiri Makmur serta PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI) dengan produk andalan Guruku.com.

Tak hanya sebagai tempat tinggal, rumah mewah di Kota Wisata itu juga menjadi pusat bisnis dan jaringan usahanya.

Namun, semua berubah sejak ia ditetapkan sebagai dalang pembunuhan.

Sang pengusaha yang dulu dielu-elukan sebagai sosok kaya raya, kini menjelma sebagai tersangka kasus kriminal sadis.

Ironi ini membuat kediamannya yang dulu ramai tamu dan rekan bisnis, berubah sunyi tanpa penghuni.

Seorang petugas keamanan perumahan mengungkapkan, rumah tersebut sudah lama tidak ditempati.

“Sudah kosong, regu saya baru masuk hari ini, nggak tahu juga kosong sejak kapan,” ungkapnya.

Dikenal Kaya Raya di Kampung Halaman

Kontras dengan kasus yang menyeret namanya, di kampung halamannya, Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, Dwi Hartono justru dikenal sebagai sosok dermawan.

Ia pernah menggelar pengajian akbar menghadirkan ustad kondang, mengundang artis, menyumbangkan satu unit ambulans, hingga rutin membantu kegiatan pemuda dan sosial.

Bahkan warga masih ingat ketika Dwi pulang kampung dengan helikopter, semakin menegaskan citra “orang kaya baru” yang sukses.

“Setahu kami, dia sangat kaya dan dermawan,” kata salah seorang warga.

Namun, siapa sangka, di balik sosok motivator nan dermawan itu, tersimpan sisi gelap.

Ia menjadi otak kejahatan terencana yang melibatkan 15 orang, mulai dari eksekutor hingga tim pemantau.

Citranya kini tercoreng oleh status sebagai dalang pembunuhan berdarah dingin.

Kini, dua rumah mewah yang dulu menjadi lambang kejayaan hidupnya hanya menyisakan keheningan.

Dari gemerlap bak istana, kini menjelma jadi saksi bisu tragedi kejatuhan seorang “sultan” yang berakhir di balik jeruji besi. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Dwi Hartono #rumah mewah #pembunuhan #Mohamad Ilham Pradipta #penculikan #bogor #Kacab Bank BUMN