Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kronologi UNISBA dan Unpas Diberondong Gas Air Mata, Mahasiswa Hingga Relawan Jadi Korban, Jeritan Minta Tolong Menggema

Nur Pramudito • Selasa, 2 September 2025 | 15:23 WIB

Gas air mata menembus Kampus Unisba dan Unpas, mahasiswa hingga relawan jadi korban. Solidaritas publik menggema lewat tagar viral.
Gas air mata menembus Kampus Unisba dan Unpas, mahasiswa hingga relawan jadi korban. Solidaritas publik menggema lewat tagar viral.

RADARSOLO.COM – Bandung kembali bergolak pada Senin malam (1/9/2025) hingga Selasa dini hari (2/9/2025).

Kawasan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) berubah mencekam setelah aparat diduga menembakkan gas air mata hingga menembus area kampus.

Akibatnya, bukan hanya mahasiswa yang menjadi korban.

Relawan medis hingga satpam kampus pun tumbang akibat sesak napas.

Beberapa di antaranya terpaksa dievakuasi dari lokasi, sementara posko medis darurat yang seharusnya menjadi zona aman justru ikut terkena serangan.

Baca Juga: Kenapa Andre Taulany Viral? Netizen Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih Usai Rumah Anggota DPR Dijarah Massa

Dari Aksi Damai ke Bentrokan

Kericuhan bermula dari aksi mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat pada Senin siang.

Demonstrasi itu digelar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.

Ketegangan meningkat ketika terjadi saling dorong antara aparat dan massa aksi.

Bentrokan pecah, menyebabkan puluhan mahasiswa luka hingga harus dirawat di posko medis darurat yang didirikan di Kampus Unisba.

Namun situasi makin genting ketika sekitar pukul 23.30 WIB, tembakan gas air mata dilaporkan masuk ke area kampus.

Posko Medis UNISBA Ikut Diserang

Unggahan akun Instagram @info.mahasiswaunisba menyebutkan:

"Breaking News: Aparat menembakkan gas air mata ke area kampus utama Unisba. Tiga satpam jadi korban, belum termasuk mahasiswa lain yang masih terhitung."

Foto dan video yang beredar memperlihatkan mahasiswa berlarian, relawan medis terhuyung, hingga posko medis diselimuti asap gas air mata.

Seorang warganet menulis, "Pada pukul 23.37 terlihat aparat masuk ke area kampus dan menyerang mahasiswa serta relawan medis."

Gelombang Solidaritas Publik

Insiden ini memicu gelombang solidaritas di media sosial.

Tagar #AllEyesOnBandung dan #AllEyesOnUnisbaUnpas langsung trending, dipenuhi ribuan unggahan yang berisi seruan bantuan serta kecaman terhadap tindakan represif aparat.

Bagi publik, kampus seharusnya menjadi ruang aman untuk belajar, berdiskusi, dan menyampaikan aspirasi, bukan arena konflik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun otoritas kampus terkait alasan gas air mata bisa menembus lingkungan perguruan tinggi.

Mahasiswa menuntut tindakan represif segera dihentikan dan kampus kembali menjadi ruang aman bagi civitas akademika.(np)

Editor : Nur Pramudito
#gas air mata #viral #bandung #Unisba #mahasiswa #Unpas