RADARSOLO.COM - Flashdisk warna putih Ahmad Sahroni viral usai beredar postingan yang mencari barang tersebut. Benarkah anggota DPRD nonaktif dari Partai NasDem itu kehilangan flashdisk saat rumahnya dijarah massa?
Viralnya flashdisk putih itu bermula dari akun yang mengatasnamakan Ahmad Sahroni mengunggah cuitan di media sosial X.
Akun Sahroni Berdikari/@SahroniNasdem itu mengatakan kehilangan sebuah tas selempang merek Louis Vuitton hitam saat rumahnya di Tanjung Priok dijarah.
Akun itu juga menyebut jika flashdisk yang hilang berisi data penting.
"Apa ada yg Nemu tas selempang Louis vuitton warna hitam? Isinya ada flashdisk warna putih.Tasnya ambil aja, kembaliin fd nya sama saya. Isinya data penting semua. Sangat2 penting," tulis akun tersebut.
Unggahan tersebut bahkan menampilkan narasi bahwa Sahroni menjanjikan imbalan bagi siapa pun yang bisa menemukan flashdisk tersebut.
"DM ya, ada imbalan," imbuh akun itu.
Namun, benarkah Ahmad Sahroni benar-benar mencari flashdisk tersebut?
Partai NasDem Buka Suara
Fraksi Partai NasDem menegaskan akun bernama Sahroni Berdikari (@SahroniNasDem) adalah akun palsu.
Meski sudah memiliki centang biru dan tampak meyakinkan, akun tersebut terbukti tidak ada kaitannya dengan Ahmad Sahroni.
Dalam keterangan resminya, NasDem menilai konten yang dipublikasikan akun tersebut bernuansa provokatif, menimbulkan keresahan, dan berpotensi memperkeruh situasi politik.
"Sehubungan dengan hal tersebut, Fraksi Partai NasDem menyampaikan bahwa: Pertama, segala informasi, opini, maupun pernyataan yang disampaikan melalui akun palsu tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," terang Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan dari akun palsu.
"Kami mendukung langkah penegakan hukum yang diperlukan untuk menindak penyalahgunaan identitas dan penyebaran informasi palsu di ruang digital," imbuh dia.
Dengan demikian, kabar Ahmad Sahroni mencari flashdisk putih yang viral di media sosial dipastikan tidak benar alias hoaks.
Publik diingatkan untuk lebih cermat dalam menerima informasi, terutama yang muncul dari akun-akun tidak resmi. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria