RADARSOLO.COM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi melantik Rusdi Masse Mappasessu sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI pada Kamis (4/9/2025).
Politikus Partai NasDem itu menggantikan Ahmad Sahroni yang sebelumnya dimutasi ke Komisi I DPR RI, sebelum akhirnya dinonaktifkan dari Fraksi NasDem buntut pernyataannya yang menuai sorotan publik.
Penunjukan Rusdi Masse atau akrab disapa RMS ini berdasarkan keputusan Fraksi NasDem, sebagaimana tertuang dalam surat bernomor F. NasDem. 758/DPR-RI/VIII/2025.
Dalam dokumen tersebut disebutkan, pergantian posisi di Komisi III berlaku sejak 29 Agustus 2025.
Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Franziskus Taslim, menegaskan bahwa langkah tersebut bukan pencopotan jabatan, melainkan mutasi rutin.
Baca Juga: Gantikan Ahmad Sahroni, Rusdi Masse Mappassesu Resmi Dilantik sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI
“NasDem tidak mengenal istilah pencopotan. Ini hanya rotasi biasa,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Ia menambahkan, meski tak lagi menjabat Wakil Ketua Komisi III, Sahroni tetap memegang peran penting sebagai Bendahara DPP Partai NasDem dan Sekretaris Fraksi NasDem.
Namun, dalam perkembangan terbaru, DPP NasDem memutuskan menonaktifkan Ahmad Sahroni bersama Nafa Urbach sebagai anggota Fraksi per 1 September 2025.
Profil Rusdi Masse yang Dilantik Sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pengganti Ahmad Sahroni
Rusdi Masse bukanlah sosok baru di Senayan. Ia pertama kali melenggang ke DPR pada Pemilu 2019 dengan raihan 119.003 suara dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan III.
Torehan tersebut menjadi yang tertinggi di Sulsel sekaligus memecahkan rekor suara Indira Chunda Thita SYL, putri mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
Popularitasnya membuat RMS kemudian dipercaya sebagai Ketua DPP NasDem, setelah sebelumnya menjabat Ketua DPW NasDem Sulsel sejak 2016.
Pria kelahiran Rappang, 3 Maret 1973 ini sudah malang melintang di politik lokal. Kariernya dimulai sebagai anggota DPRD Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) periode 2004–2009.
Di tengah masa jabatan, ia maju dalam pilkada dan terpilih sebagai Bupati Sidrap tahun 2008.
Saat itu, RMS menjadi salah satu bupati termuda di Indonesia pada usia 35 tahun.
Ia memimpin Sidrap selama dua periode, 2008–2018. Pada periode pertama diusung Partai Bintang Reformasi (PBR), lalu bergabung dengan Golkar pada 2010 dan kembali menang di periode kedua.
Gebrakan Rusdi Masse Saat Menjabat Bupati di Sidrap
Selama menjabat bupati, RMS dikenal dekat dengan kalangan muda dan dunia otomotif.
Ia bahkan membangun sirkuit balap motor berstandar internasional di Sidrap.
Selain itu, program-program yang ia jalankan antara lain pendidikan gratis, penurunan angka kemiskinan, hingga pemberdayaan petani lewat pemanfaatan teknologi pertanian.
Baca Juga: Misteri Flashdisk Putih, Benarkah Ahmad Sahroni Mencari dan Janjikan Imbalan Bagi yang Menemukan?
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Sidrap di bawah kepemimpinannya menjadi kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan tahun 2018, sekaligus salah satu yang terbaik secara nasional.
Dari Sopir Truk ke Politikus Nasional
Sebelum terjun ke dunia politik, Rusdi Masse merantau ke Jakarta dengan modal terbatas.
Ia sempat bekerja sebagai buruh dan sopir truk, sebelum kemudian merintis usaha pelayaran antarpulau yang berkembang pesat.
Kesuksesan itulah yang menjadi pijakan baginya untuk kembali ke kampung halaman dan berkarier di jalur politik.
Kini, dengan posisinya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, RMS membawa pengalaman panjangnya di pemerintahan daerah dan dunia usaha untuk berkiprah lebih luas di panggung politik nasional.(np)
Editor : Nur Pramudito