Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Arti Surat Wasiat Berbahasa Sunda yang Menyayat Hati dari Ibu di Bandung Jabar sebelum Akhiri Hidup dan Racuni 2 Anaknya

Tri wahyu Cahyono • Sabtu, 6 September 2025 | 21:34 WIB
Surat wasiat yang dibuat EN, ibu rumah tangga di Kabupaten Bandung, Jabar sebelum mengakhiri hidup.
Surat wasiat yang dibuat EN, ibu rumah tangga di Kabupaten Bandung, Jabar sebelum mengakhiri hidup.

RADARSOLO.COM– Peringatan! pemuatan berita ini bukan ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa.

Bagi Anda yang merasakan gejala depresi, segera konsultasikan ke psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Berawal dari suaminya yang kerap berutang hingga menumpuk, ditambah kerap berbohong, seorang ibu di Banjaran, Kabupaten Bandung, nekat mengakhiri hidup.

Tidak hanya itu, ibu rumah tangga berinisial EN tersebut diduga meracuni 2 anaknya yang masih berusia 11 bulan dan 9 tahun hingga akhirnya meninggal dunia.

Penyebab sang ibu berbuat nekat terungkap dari surat wasiat yang ditulis tangan menggunakan bahasa Sunda sebagai berikut:

Mamah, bapa, ema, bapa, teteh, aa sadayana hampura abi, hampura abi ngalakukeun kieu.
Abi tos cape lahir batin, abi tos teu kuat ngajalani hirup kieu, abi cape hirup ngagugulung hutang nu euweuh beresna, kalah beuki nambahan beuki dieu teh. Bari abi te apal hutang ka saha wae, sabaraha atawa urut naon…

Abi cape boga salaki gede bohong wae teh, euweuh sadarna. Abi cape dinyerihatekeun wae teh, puguh ning ku batur geus dikucilkeun, pada ngomongkeun, pada mikangewa bari jeung teu ramasa salah.

Baca Juga: Apa Penyebab Pestapora Hentikan Kerja Sama dengan PT Freeport Indonesia Secara Mendadak?

Boga salaki kalah hayoh we gede bohong jeung gede hutang, CAPEEEEEEEEEEEEE sugan abi jeung budak geus maot mah aya sadarna, mun henteu sadar ge keun bae nu penting teu nyangsarakeun ka budak abi.

Era karunya ngahesekeun wae lanceuk + kolot teh, abi geus eweuh mah moal ngahesekeun wae.
Hampura abi teu bisa mulang tarima ka kolot jeung lanceuk-lanceuk.

Terjemahan bahasa Indonesia:

Mama, bapak, ibu, teteh, aa, semuanya maafkan saya, maafkan saya melakukan hal ini.
Saya sudah lelah lahir batin, saya sudah tidak kuat menjalani hidup seperti ini. Saya lelah hidup terhimpit utang yang tidak ada habisnya, malah semakin lama semakin bertambah.

Sementara saya sendiri tidak tahu utang ke siapa saja, berapa jumlahnya, atau dari mana asalnya…

Saya lelah punya suami yang hanya besar omongan dan penuh kebohongan, tidak ada kesadarannya. Saya lelah terus disakiti, padahal orang lain sudah mengucilkan, banyak yang membicarakan, banyak yang merasa jijik, sementara saya sendiri merasa tidak salah.

Baca Juga: Kronologi Pestapora Hentikan Kerja Sama dengan PT Freeport Indonesia, Banda Neira Ungkap Alasan Tidak Naik Panggung

Punya suami malah semakin banyak bohong dan utang, CAPEEEEEEEEEEEEE. Saya pikir kalau saya dan anak sudah mati, mungkin dia baru sadar. Kalau pun tidak sadar ya biarlah, yang penting tidak menyengsarakan anak saya.

Saya malu dan kasihan terus merepotkan kakak dan orang tua. Kalau saya sudah tidak ada, setidaknya tidak akan terus merepotkan.

Baca Juga: Benarkah PT Gudang Garam Tumbang? Ramai Video para Karyawan yang Diduga di-PHK Saling Berpamitan

Maafkan saya karena tidak bisa membalas budi kepada orang tua dan kakak-kakak.

Kejadian tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan.

"Iya benar, ada kejadian tersebut," ungkap Hendra seperti dikutip dari ANTARA. (wa)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#ibu #akhir hidup #bandung #racuni anak #jabar #surat wasiat #banjaran