Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pertama di Indonesia, Pemprov Jateng Kukuhkan Lembaga Fasilitasi Pesantren untuk Dongkrak Pendidikan dan Potensi Santri

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 9 September 2025 | 00:39 WIB
Pengukuhan LFSP oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (8/9/2025).
Pengukuhan LFSP oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (8/9/2025).

RADARSOLO.COM- Jawa Tengah menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengukuhkan Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) periode 2025–2030.

Acara pengukuhan dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (8/9/2025).

Pembentukan LFSP merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2023.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, LFSP terdiri dari para kiai, ibu nyai, dan akademisi yang berpengaruh di Jawa Tengah.

Luthfi menilai potensi ini luar biasa karena selain memberikan pendidikan agama, juga dapat menggerakkan masyarakat.

"Potensi ini ujungnya adalah menciptakan suasana tertib dan damai di wilayah kita,” katanya.

Perluas Beasiswa Santri dan Jalin Sinergi dengan OPD

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menambahkan, LFSP akan menjadi penghubung antara pesantren dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, dan dinas lainnya.

“Fasilitasi ini agar santri dan pesantren bisa lebih masif lagi. Salah satu programnya adalah beasiswa santri, yang akan dikoordinasikan dengan kampus-kampus di dalam maupun luar negeri seperti Yaman, Mesir, Jerman, hingga Australia,” urai Taj Yasin.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah Saiful Mujab mengapresiasi terobosan ini.

Baca Juga: Raimuna Daerah XIII Jateng Dibuka, Gubernur Luthfi Tekankan Kolaborasi Bangun Ketahanan Bangsa

Ia menyatakan, dengan adanya LFSP, pesantren yang berjumlah lebih dari 5.000 dengan hampir 600.000 santri di Jawa Tengah dapat dipetakan dan diarahkan dengan baik untuk mewujudkan "Pesantren Hebat".

Ketua LFSP Jawa Tengah Hasyim Muhammad mengatakan, pada tahap awal, lembaga akan fokus pada penataan organisasi dan penyusunan program.

“Pada Oktober nanti, Insyaallah akan ada rapat penganggaran. Saat ini, terkait beasiswa luar negeri, kita siapkan program, juknis, dan mekanisme rekrutmen. Untuk tahap awal, kerja sama dengan 40 perguruan tinggi dalam negeri bisa segera dilaksanakan,” urai dia. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#gubernur jateng #Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren #Ahmad Luthfi #santri #pendidikan #LFSP