Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Siapa dan Berapa Usia Muhammad Athaya Helmi Nasution? Mahasiswa yang Meninggal saat Dampingi Pejabat RI Kunjungan ke Austria

Syahaamah Fikria • Rabu, 10 September 2025 | 00:58 WIB
Muhammad Athaya Helmi Nasution
Muhammad Athaya Helmi Nasution

RADARSOLO.COM - Nama Muhammad Athaya Helmi Nasution kini jadi sorotan publik setelah kabar duka datang dari Wina, Austria.

Mahasiswa asal Indonesia yang tengah menempuh studi di Belanda itu meninggal dunia pada Rabu (27/8/2025) saat mendampingi kunjungan kerja sejumlah pejabat tanah air di Austria.

Tragedi meninggalnya Athaya ini memicu perhatian luas, termasuk posisinya yang tengah mendampingi kunjungan para pejabat RI, termasuk anggota DPR.

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda bahkan merilis pernyataan resmi, menuntut adanya kejelasan informasi dan permintaan maaf dari pihak penyelenggara acara yang melibatkan dirinya.

Profil Singkat Athaya Helmi Nasution

Athaya lahir pada Oktober 2007 dan merantau ke Belanda untuk menempuh pendidikan tinggi di University of Groningen. Artinya, bulan depan dia akan berulang tahun ke-19.

Sejak awal ia dikenal aktif di kalangan pelajar Indonesia di Eropa.

Sayangnya, perjalanannya terhenti terlalu cepat ketika ia ikut serta dalam agenda kunjungan tertutup pejabat DPR, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia di Wina pada 25–27 Agustus 2025.

Menurut keterangan resmi PPI Belanda, Athaya dihubungi pihak event organizer (EO) untuk mendampingi rombongan pejabat selama kegiatan berlangsung.

Namun, di tengah tugasnya, ia mengalami kejang hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Penyebab Kematian

Hasil autopsi otoritas setempat menunjukkan bahwa Athaya meninggal karena heatstroke atau serangan panas.

Kondisi ini dipicu oleh dehidrasi, kekurangan asupan nutrisi, serta ketidakseimbangan elektrolit yang memicu hipoglikemia (turunnya kadar gula darah).

PPI Belanda menyoroti bahwa Athaya bekerja hampir tanpa jeda, mendampingi pejabat dari pagi hingga malam.

Situasi itu diduga memperburuk kondisinya hingga berujung fatal.

Dalam rilisnya, PPI Belanda menuntut pihak EO dan liaison officer (LO) bertanggung jawab atas insiden ini.

Mereka juga menolak praktik pelibatan mahasiswa dalam kegiatan kunjungan pejabat tanpa perlindungan hukum dan mekanisme yang jelas.

"Kami menegaskan sikap menolak keras pelibatan mahasiswa dalam praktik pemfasilitasan kunjungan pejabat publik yang berisiko, tanpa perlindungan hukum dan mekanisme yang jelas," jelas mereka.

PPI Belanda juga menuntut permintaan maaf dari EO dan LO. Apalagi, usai tragedi tersebut mereka tetap melanjutkan agenda, bahkan mempersiapkan makan-makan para pejabat publik.

Bahkan, pihak EO, LO maupun pejabat yang bersangkutan pun tak menemui dan memberikan informasi jelas kepada pihak keluarga Athaya terkait detail persitiwa tersebut.

"Pihak keluarga juga menyampaikan adanya indikasi penutupan keterangan kegiatan apa dan siapa yang dipandu Almarhum di Wina dari pihak EO," imbuh PPI Belanda.

Jenazah Athaya dipulangkan ke Indonesia pada 4 September 2025 sesuai permintaan keluarga. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#kunjungan #viral #pejabat #ppi belanda #heatsroke #mahasiswa #meninggal #austria #Muhammad Athaya Helmi Nasution