RADARSOLO.COM - Nama Brigjen TNI Juinta Omboh Sembiring belakangan jadi perbincangan hangat usai muncul dengan rencana melaporkan CEO Malaka Project, Ferry Irwandi ke polisi.
Namun langkah hukum itu akhirnya mentah setelah kepolisian menegaskan bahwa lembaga atau institusi tidak bisa melaporkan kasus pencemaran nama baik, sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Kehadiran Juinta ke Polda Metro Jaya pada Senin (8/9/2025) sempat menyita perhatian.
Ia datang bersama Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto dan Kapuspen TNI Brigjen Freddy Ardianzah untuk berkonsultasi dengan jajaran penyidik.
Menurut Juinta Omboh Sembiring, pihaknya menemukan indikasi tindak pidana yang dilakukan Ferry Irwandi.
“Konsultasi kami ini terkait dengan kami menemukan beberapa fakta-fakta dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh saudara Ferry Irwandi," kata dia.
Pihaknya pun berencana mengambil langkah hukum kepada Ferry Irwandi.
Namun, Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya AKBP Fian Yunus menyebut, rencana pelaporan itu tidak bisa diproses karena korban adalah institusi, bukan individu.
“Kalau pencemaran nama baik, harus personal, bukan lembaga,” ujarnya.
Profil Brigjen Juinta Omboh Sembiring
Brigadir Jenderal TNI Juinta Omboh Sembiring, SH, SE, MM, lahir di Medan pada 8 Januari 1973.
Juinta menikah dengan dr Elizabeth Rahayu Sitohang dan dikaruniai dua orang anak.
Lulusan Akademi Militer 1995 ini dikenal sebagai perwira yang lama berkarier di Kopassus.
Kariernya cukup panjang, mulai dari Danyon 33 Grup 3 Sandhi Yudha pada tahun 2010-2012. Kemudian, Dan Grup 3/Sandhi Yudha, hingga Asintel Kasdam XVII/Cenderawasih.
Dia juga pernah memimpin operasi pembebasan pilot Susi Air di Papua.
Pada 2022, Juinta dipercaya menjadi Danrem 172/Praja Wira Yakthi sebelum kemudian naik menjadi Pa Sahli Kasad Tk. II Bidang Sosial Budaya.
Terhitung sejak Januari 2025, ia resmi menjabat sebagai Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI, satuan baru yang bertugas mengawal keamanan ruang digital nasional.
Selain menamatkan pendidikan militer, Juinta juga aktif menimba ilmu sipil.
Ia meraih gelar S1 Hukum, S1 Ekonomi, serta Magister Manajemen dari Universitas Sangga Buana YPKP pada 2021. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria