Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Banjir Besar Landa Bali, Air Setinggi 2–3 Meter dan Menelan Dua Korban Jiwa, Wilayah Mana Paling Terdampak?

Nur Pramudito • Rabu, 10 September 2025 | 17:33 WIB

Banjir besar landa Bali akibat hujan lebat, air 2-3 meter, dua korban meninggal, BMKG imbau warga waspada dan evakuasi.
Banjir besar landa Bali akibat hujan lebat, air 2-3 meter, dua korban meninggal, BMKG imbau warga waspada dan evakuasi.

RADARSOLO.COM - Bali dilanda banjir hebat akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah ini sejak Selasa (9/9/2025).

Beberapa daerah terdampak, termasuk Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Jembrana, dan Kabupaten Buleleng, kini terendam air dengan ketinggian bervariasi, bahkan mencapai 2–3 meter di beberapa titik.

Di Kota Denpasar, kawasan padat penduduk seperti Kampung Jawa, Monang Maning, dan Jalan Pulau Sulawesi mengalami genangan air yang tinggi.

Di Kampung Jawa, banjir mulai terjadi pada Rabu dini hari, dengan ketinggian air lebih dari satu meter, berdasarkan video yang dikirimkan oleh warga.

Sementara itu, di Jalan Pulau Sulawesi, sebuah bangunan di bantaran Sungai Tukad Badung roboh dan hanyut terbawa arus.

Baca Juga: Fenomena Suhu Dingin Bediding Landa Jawa-Bali Juli 2025, Ini Penjelasan Ilmiah dari BMKG

Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam insiden ini.

Banjir juga merendam pusat perniagaan di Jalan Hasanuddin dan Pasar Badung. Banyak kendaraan terendam, dan sejumlah sopir sempat terjebak dalam mobil mereka sebelum berhasil menyelamatkan diri.

Warga yang terdampak memilih berlindung di lantai atas pasar atau gedung sekitar untuk menghindari arus banjir.

Jalan Imam Bonjol Denpasar pun tidak bisa dilalui kendaraan akibat luapan air.

Di Kabupaten Jembrana, banjir lebih parah hingga menelan korban jiwa.

Seorang perempuan hamil dua bulan bernama Nita Kumala (23) ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus saat melintasi jalan yang terendam.

Nita yang dibonceng suaminya, Bilal Ramdhan, hilang terseret arus sekitar pukul 02.30 WITA.

Bilal berhasil selamat dan bersama warga melakukan pencarian, namun Nita ditemukan meninggal di rawa tidak jauh dari lokasi hanyut.

Korban meninggal lainnya adalah I Komang Oka Sudiastawa (38) dari Desa Dangin Tukadaya.

Ia dilaporkan terpeleset dan tenggelam saat mengecek kondisi banjir di sekitar rumahnya, di mana air sudah setinggi pinggang orang dewasa.

Hujan lebat yang terus mengguyur sejak Selasa menyebabkan banjir meluas hingga menggenangi jalan raya Denpasar–Gilimanuk, memicu kemacetan panjang.

Di Denpasar Barat, permukiman padat seperti Kawasan Pura Demak, Monang Maning, Tegal Kerta, dan Pasar Kumbasari tergenang sejak dini hari hingga Rabu pagi.

Merespons situasi darurat, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto memerintahkan personel Kodim 1611/Badung beserta empat perahu karet LCR untuk mengevakuasi warga terdampak.

Puluhan prajurit, dipimpin Dandim Kolonel I Putu Tangkas Wiratawan, fokus membantu warga di kawasan Pasar Kumbasari dan Jalan Gajah Mada yang terdampak parah. Mereka juga mengamankan harta milik warga dari terjangan banjir.

BMKG memperingatkan hujan di Bali kemungkinan masih akan berlanjut dengan intensitas ringan hingga sedang.

Warga diimbau selalu waspada, membawa alat komunikasi, dan melakukan evakuasi mandiri jika banjir mengancam keselamatan.

Apabila membutuhkan bantuan, masyarakat bisa menghubungi Basarnas di nomor 115 atau +62361752222, serta ambulans darurat di 118-119.(np)

Editor : Nur Pramudito
#meninggal dunia #wilayah #bali #banjir #banjir bali