Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

PT Dharma Nyata Press Dibeli Pakai Uang PT Jawa Pos

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 11 September 2025 | 03:07 WIB
Suhardo Basuki, mantan wakil direktur keuangan PT Jawa Pos Holding dihadirkan sebagai saksi fakta dalam sidang sengketa kepemilikan PT Dharma Nyata Press (DNP) melawan Nany Widjaja di PN Surabaya.
Suhardo Basuki, mantan wakil direktur keuangan PT Jawa Pos Holding dihadirkan sebagai saksi fakta dalam sidang sengketa kepemilikan PT Dharma Nyata Press (DNP) melawan Nany Widjaja di PN Surabaya.

RADARSOLO.COM- PT Jawa Pos menghadirkan Suhardo Basuki, mantan wakil direktur keuangan PT Jawa Pos Holding sebagai saksi fakta dalam sidang sengketa kepemilikan PT Dharma Nyata Press (DNP) melawan Nany Widjaja di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Basuki dalam kesaksiannya menegaskan bahwa pembeli PT DNP pada 1998 lalu adalah PT Jawa Pos, bukan Nany.

Basuki yang saat itu menjabat sebagai kepala bagian keuangan PT Jawa Pos mengatakan bahwa uang yang digunakan untuk membeli PT DNP milik Jawa Pos.

"Saya melihat sendiri tanda terima pembayaran dari Jawa Pos kepada pemilik PT Dharma Nyata Press, Anjar Any dan Ned Sakdani. Tercatat di laporan keuangan. Uangnya dari PT Jawa Pos dibuktikan dengan dana keluar dari rekening koran PT Jawa Pos," beber Basuki seperti dikutip dari jawapos.com, Rabu (10/9).

Setelah itu, di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 1999 juga telah digolongkan bahwa PT DNP sebagai anak perusahaan PT Jawa Pos.

Dahlan Iskan dan Nany yang ketika itu menjabat sebagai direksi di PT Jawa Pos juga telah menyetujuinya.

"Dahlan Iskan dan Nany Widjaja ikut rapat dan menyetujui isi risalah RUPS tersebut terkait laporan keuangan yang mencantumkan PT Dharma Nyata Press sebagai anak perusahaan PT Jawa Pos," tambah Basuki yang menyiapkan risalah rapat tersebut.

Selanjutnya setelah rapat Dewan Komisaris dan Direksi pada 2001, Nany membuat akta pernyataan di notaris pada 2008.

"Seingat saya pernyataan dari Nany Widjaja yang menyatakan bahwa pembelian 72 lembar saham berasal dari PT Jawa Pos, dan tidak menggunakan harta yang bersangkutan" ujar Basuki.

Selain itu, dalam akta pernyataan tersebut, Nany menyatakan bahwa hak atas saham tersebut adalah hak milik PT Jawa Pos.

Nany juga menyatakan tidak akan menuntut atas saham itu di kemudian hari.

Baca Juga: Keliru Pahami Laporan Keuangan: Dalil PKPU Dahlan Dianggap Tidak Tepat

"Nany tidak pernah komplain atas akta pernyataan tersebut karena dia sendiri yang membuat. Tidak ada campur tangan PT Jawa Pos. Tidak pernah ada pula pembatalan akta tersebut," tuturnya.

Menurut Basuki, kepemilikan saham PT DNP tersebut diatasnamakan Nany Widjaja atas perintah dari Dahlan Iskan yang saat itu menjabat sebagai direktur PT Jawa Pos.

Sementara itu, pengacara PT Jawa Pos, E.L. Sajogo mengatakan, Basuki adalah saksi kunci yang mengetahui sejarah pembelian PT DNP oleh PT Jawa Pos.

Foto kiri, bukti laporan keuangan terkait uang muka investasi Jawa Pos di PT Dharma Nyata Press dan Bukti tanda terima dari Jawa Pos terkait pembelian saham di PT Dharma Nyata Press.
Foto kiri, bukti laporan keuangan terkait uang muka investasi Jawa Pos di PT Dharma Nyata Press dan Bukti tanda terima dari Jawa Pos terkait pembelian saham di PT Dharma Nyata Press.

Sajogo menambahkan, Basuki dalam kesaksiannya menyampaikan bahwa salah satu bukti dari kepemilikan PT DNP oleh PT Jawa Pos adalah setoran dividen.

"Dividen juga diberikan setiap tahun secara sukarela. Ada cek atas nama PT Dharma Nyata Press yang ditanda tangani oleh Bu Nany sendiri yang diberikan kepada PT Jawa Pos dan tercatat di laporan keuangan PT Jawa Pos, sehingga cukup jelas pemilik sebenarnya PT Dharma Nyata Press adalah PT Jawa Pos. Itu adalah keterangan dari saksi fakta," ungkap Sajogo.

Sementara itu, pengacara Nany, Richard Handiwiyanto, mengatakan bahwa Basuki selaku saksi menyatakan sebagai pemilik. "Tetapi ketika kami tanya terkait dokumen legal, dia selalu menghindar," kata Richard. (gas)

 

Sejarah Pembelian PT Dharma Nyata oleh PT Jawa Pos

1998: PT Jawa Pos membeli saham PT Dharma Nyata Press (PT DNP) menggunakan uang perusahaan

1999: Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Jawa Pos mengesahkan laporan keuangan tahun sebelumnya dan mencatat PT Dharma Nyata Press sebagai anak perusahaan PT Jawa Pos

2001: Rapat dewan direksi dan komisaris PT Jawa Pos di Jakarta yang melarang nominee (meminjam nama pribadi sebagai pemilik saham)

2002: Dahlan Iskan selaku direktur utama PT Jawa Pos membuat akta pernyataan yang menyatakan PT Dharma Nyata Press milik PT Jawa Pos

2008: Nany Widjaja membuat akta pernyataan yang menyatakan PT Dharma Nyata Press milik PT Jawa Pos

Sumber: Fakta persidangan.

Editor : Tri wahyu Cahyono
#dharma nyata press #nany widjaja #pn surabaya #sidang #jawa pos #PT DNP