Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Fakta-fakta Bencana Banjir Bali: Jumlah Korban Jiwa, Daerah Terdampak, dan Status Tanggap Darurat

Nur Pramudito • Kamis, 11 September 2025 | 19:27 WIB
Bencana Banjir Bali, 12 orang meninggal, ratusan warga mengungsi. Simak fakta-fakta, daerah terdampak, dan status tanggap darurat.
Bencana Banjir Bali, 12 orang meninggal, ratusan warga mengungsi. Simak fakta-fakta, daerah terdampak, dan status tanggap darurat.

RADARSOLO.COM - Sejumlah wilayah di Provinsi Bali dilanda bencana banjir besar pada Rabu (10/9/2025).

Hujan lebat yang dipicu fenomena gelombang ekuatorial Rossby membuat ratusan titik tergenang air, ribuan warga terdampak, hingga korban jiwa berjatuhan.

Penyebab Bencana Banjir Bali 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, cuaca ekstrem di Bali terjadi akibat gelombang ekuatorial Rossby yang memicu pertumbuhan awan konvektif, sehingga hujan turun dengan intensitas tinggi.

Baca Juga: Banjir Besar Landa Bali, Air Setinggi 2–3 Meter dan Menelan Dua Korban Jiwa, Wilayah Mana Paling Terdampak?

Korban dan Dampak Bencana Banjir Bali

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Rabu malam (10/9/2025), 9 orang meninggal dunia, enam orang hilang, dan 620 orang terdampak banjir.

Namun, laporan terbaru dari BPBD Bali pada Kamis (11/9/2025) menyebut korban jiwa bertambah menjadi 12 orang meninggal dunia.

Selain itu, banjir juga menyebabkan:

Wilayah Paling Terdampak Bencana Banjir Bali

Enam daerah utama di Bali terdampak banjir, yaitu:

BNPB mencatat, Jembrana dan Denpasar menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak.

Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Bali

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, langsung meninjau lokasi banjir dan menggelar rapat koordinasi dengan Gubernur Bali.

Ia menyatakan debit air sungai di Bali sudah mulai normal sejak Rabu (10/9/2025) malam.

Meski begitu, Pemprov Bali resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama satu minggu ke depan.

Status ini ditetapkan agar pemerintah pusat dan daerah dapat menyalurkan bantuan lebih cepat kepada korban terdampak.

“Pak Gubernur malam ini sudah tanda tangan, tadinya sempat direncanakan dua minggu, tetapi diralat menjadi satu minggu,” ujar Suharyanto, dikutip dari Antaranews.

Upaya Penanganan Bencana Banjir Bali

BNPB bersama BPBD dan tim gabungan yang berjumlah 400–600 personel masih melakukan pencarian korban hilang serta pembersihan puing banjir.

Sementara itu, hujan di Bali sudah berhenti sejak Rabu sore (10/9), sehingga tidak ada tambahan titik banjir baru.

Editor : Nur Pramudito
#bencana banjir bali #banjir #denpasar #banjir bali