RADARSOLO.COM- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung mengecek dan berbincang dengan warga di sejumlah pos keamanan lingkungan (pos kamling) di Kota Semarang, Kamis (11/9/2025) malam.
Tinjauan ini bertujuan untuk melihat keaktifan dan efektivitas sistem keamanan lingkungan (siskamling) di masyarakat.
Setidaknya ada tiga pos kamling yang ditinjau malam itu, yakni Pos Kamling RT 01 RW 06 Gisiksari, Barusari.
Baca Juga: Serius Wujudkan Zero TBC pada 2030, Pemprov Jateng Tekankan Upaya Kolaboratif
Semarang Selatan; Pos Kamling Kelurahan Kuningan, Semarang Utara; dan Pos Kamling RT 02 Muktiharjo Kidul, Pedurungan.
Luthfi menemukan bahwa masing-masing pos kamling memiliki karakteristik unik dan semuanya sudah berjalan efektif, baik di daerah kos-kosan, pasar, maupun di tengah pemukiman warga.
Hidupkan Kembali Jogo Tonggo dan Siskamling
Dalam obrolan hangat dengan warga, Luthfi yang dikenal humoris itu menyisipkan pesan untuk terus menghidupkan dan mengaktifkan siskamling.
"Jadi Pos Kamling ini kita hidupkan kembali. Dulu di Jawa Tengah ada program Jogo Tonggo dan Jogo Wargo saat Covid-19. Sekarang kita tindak lanjuti untuk penguatan basis deteksi dini pengamanan wilayah di tingkat RT dan RW," ujarnya.
Menurut Luthfi, jika semua RT/RW serta kepala desa/lurah menghidupkan pos kamling, maka setiap kabupaten/kota bisa mandiri dalam menjaga ketertiban dan keamanan.
Ia menekankan bahwa keamanan wilayah bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri, melainkan juga pemerintah dan masyarakat.
"Kekuatan Jawa Tengah itu adalah adanya kerukunan bersama-sama," ucap Luthfi.
Antusiasme Warga dan Efektivitas Siskamling
Hartoto, warga Kelurahan Kuningan, Semarang Utara, menyatakan siskamling di wilayahnya selalu aktif dengan menggerakkan Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas).
"Sudah menjadi rutinitas di sini. Kalau malam Minggu atau hari libur lebih banyak yang jaga,” ucapnya.
Lurah Muktiharjo Kidul Sofia Ernawati menambahkan, Pos Kamling di wilayahnya sangat efektif sebagai sistem pengamanan, apalagi Muktiharjo Kidul merupakan wilayah yang cukup besar dengan 218 pos kamling yang tersebar di setiap RT.
"Semua aktif. Warga bergiliran jaga untuk mendukung keamanan lingkungan. Ini efektif. Misalnya ada gangguan keamanan, dari pos kamling melaporkan ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas sehingga langsung bisa ditindaklanjuti," jelasnya.
Sofia juga menyebut instruksi dari Kemendagri untuk mengefektifkan siskamling telah ditindaklanjuti oleh Pemprov Jateng, Pemkot Semarang, dan Kecamatan Pedurungan, serta disosialisasikan ke tingkat RT/RW.
"Semua RT dan RW mendukung pos kamling sehingga wilayah bisa terjaga keamanan dan kerukunan warga tetap terjalin sehingga tidak ada gangguan keamanan," pungkasnya. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono