RADARSOLO.COM – Ada yang lagi ngetren di kalangan pelajar.
Mereka seperti berlomba-lomba membuat gasing pemadam.
Disebut gasing pemadam, karena di bahasa Melayu, pemadam diartikan sebagai penghapus.
Memang gasing yang lagi viral ini menggunakan sejumlah penghapus.
Penghapus aneka bentuk dan warna tersebut dirangkai menggunakan isi staples.
Agar dapat berputar, pada bagian tengah dan ujung penghapus ditancapkan paku payung berukuran kecil atau disebut pula paku pines.
Fenomena semakin menyebar di kalangan pelajar karena tutorialnya pembuatan gasing pemadam sangat mudah ditemukan di media sosial.
Tidak sedikit orang tua yang resah dengan tren gasing pemadam.
“nah ini ini yg bikin anak anak menyalahgunakan penghapus. Uang jajan jdi di belikan buat hekter sama paku payung sama penghapus digunakan GK bner udh GK di pake lagi gangsing nya di bongkar akhir nya penghapus mubajir alat perekat nya pun jdi bahaya ke injeklah kedudukinlah kena tanganlh..BKIN was was ortu,” tulis akun TikTok AzXXXX.
“gegara mainan ini penghapus jadi langka dan mahal,” tulis akun anXXXX.
Dan yang lebih mengkhawatirkan diungkapkan akun TikTok LivXXXXX.
“Anakmu udah pernah kena tusuk jarumnya blm kak? anakku udah. banyak kok mainan anak lain yg aman,”
Baca Juga: Doakan Indonesia Aman Sentosa, MAKIN Solo Gelar Sembahyang King Hoo Ping dengan Bakar Kapal Kertas
Keresahan juga diungkapkan Andri, ibu muda asal Sukoharjo, Jateng.
Andri memiliki dua anak yang baru duduk di bangku PAUD dan SD. Mereka ikut membuat dan memainkan gasing pemadam.
“Sebenarnya kreatif, tapi lebih banyak bahayanya,” ujar Andri kepada radarsolo.com.
Sang kakek, kata Andri, menginjak paku payung yang digunakan di gasing pemadam.
Saking dalamnya luka akibat menginjak paku payung tersebut, sang kakek dibawa ke klinik untuk mendapatkan pengobatan.
“Anak-anak belum bertanggung jawab membersihkan sisa steples dan pines (paku payung),” jelasnya.
Selain itu, Andri juga mengeluhkan tentang pengeluaran yang lebih banyak untuk membeli penghapus. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono