RADARSOLO.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9) sore.
Ia menggantikan posisi Budi Gunawan (BG) yang diberhentikan Prabowo dalam reshuffle kabinet pada 8 September lalu.
Sebelum kursi Menko Polkam diisi, tugas sementara sempat dipegang Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai pelaksana ad interim.
Kini, dengan pelantikan Djamari, kekosongan tersebut resmi terisi.
Karier Militer Panjang
Djamari Chaniago lahir pada 8 April 1949 di Sumatera Barat, dalam keluarga yang kental dengan tradisi TNI AD.
Ia menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) dan lulus pada 1971, tiga tahun lebih senior dibanding Prabowo Subianto dan Sjafrie Sjamsoeddin yang merupakan lulusan 1974.
Selepas pendidikan, Djamari ditempatkan di Kostrad pada 1974.
Karier militernya terbilang panjang, dengan pengalaman di sejumlah daerah konflik seperti Aceh dan Timor Timur sejak dekade 1970-an hingga 1990-an.
Ia kemudian menempati posisi strategis, termasuk sebagai Pangkostrad sebelum diangkat menjadi Wakil KSAD (1999–2000), lalu Kepala Staf Umum TNI (2000–2004). Djamari pensiun dengan pangkat letnan jenderal (bintang tiga).
Pernah Pecat Prabowo dari ABRI
Salah satu catatan penting dalam perjalanan Djamari adalah keterlibatannya di Dewan Kehormatan Perwira (DKP).
Forum perwira tinggi itu memutuskan pencopotan Prabowo Subianto dari ABRI pada 1998.
Pemecatan itu menyusul dugaan keterlibatan Prabowo dalam operasi penculikan aktivis pada tahun 1997–1998.
Karier Sipil dan Kehormatan
Di luar militer, Djamari sempat dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang (2015–2016).
Ia juga menerima sejumlah tanda kehormatan dari dalam dan luar negeri atas pengabdiannya di dunia militer.
Terbaru, tepat di hari pelantikan, Djamari lebih dulu menerima penganugerahan jenderal kehormatan (Hor) bintang empat dari Presiden Prabowo.
Selain Djamari, mantan Wakapolri Komjen (Purn) Ahmad Dofiri juga menerima penghargaan serupa.
Kini, dengan pangkat baru tersebut, Djamari resmi menyandang gelar Jenderal (Hor). (ria)
Editor : Syahaamah Fikria