RADARSOLO.COM - Gelombang kritik terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum juga mereda setelah muncul aturan yang dinilai aneh, yakni mewajibkan kerahasiaan dokumen pasangan capres-cawapres.
Kini, setelah KPU membatalkan aturan itu, publik kembali dikejutkan dengan dugaan kejanggalan dalam data resmi peserta Pilpres 2024. Salah satunya terkait data pendidikan calon wakil presiden (cawapres), terutama Gibran Rakabuming Raka yang kini jadi Wapres.
Kejanggalan data pada kolom pendidikan terkahir ini ramai dibahas di medsos.
Seperti akun X @musksigit yang membagikan data KPU milik Gibran Rakabuming Raka, di mana pada kolom pendidikan terakhir justru diisi dengan keterangan "PENDIDIKAN TERAKHIR".
"Hai @KPU_ID kok pendidikan terakhir Pak Wapres terpilih gak ada ya? Update dong biar sama detailnya dengan calon yang lain," cuit akun tersebut.
Ya, masih dari data KPU, keterangan pendidikan terahir Gibran ini memang berbeda dengan data milik 2 cawapres lain yang berlaga di Pilpres 2024 lalu.
Di mana Muhaimin Iskandar alias Cak Imin ditulis pendidikan terakhirnya adalah S2. Serta Mahfud MD dengan pendidikan terakhir S3.
Selain itu, nama Cak Imin maupun Mahfud MD juga ditulis lengkap dengan gelar akademisnya. Bahkan gelar doktor hanaris causa Cak Imin pun ikut disertakan.
Sementara pada nama Gibran tak tertera gelar akademis apapun.
Hal itu pun sontak jadi ramai dibahas netizen.
"Yang mau update juga bingung kali, mau ditulis SMK, gak ada ijazahnya cuma ada surat penyetaraan dari Dikdasmen. Mau tulis S1, ternyata di UTS cuma program insearch alias bimbel (kursus) pun cuma 6 bulan. Mau tulis SMP, melanggar aturan syarat calon," komen @Mar******.
"Salfok sma tulisan "Pendidikan Terakir = Pendidikan Terakhir" apa itu maksudnya?? Bukanya ditulis S1, S2 ,S3 ini mah," tulis @Yus******.
Data Berubah
Sementara itu, usai viral soal pendidikan terakhir Gibran tersebut, data atau profil capres dan cawapres di situs KPU sempat sulit diakses.
Berdasarkan pantauan, situs KPU pada data pendidikan Gibran tertera tulisan 'Pendidikan Terakhir' pada Rabu (17/9/2025).
Namun, pada malam hari data tersebut tak bisa diakses. Di halaman hanya tertera tulisan cukup panjang, salah satunya terkait "hak cipta".
Kemudian Kamis (18/9/2025), data tersebut masih sulit diakses. Dan baru pada Kamis siang, data sudah bisa kembali diakses.
Namun, kali ini pendidikan terakhir Gibran sudah berubah menjadi "S1".
Meski demikian, perubahan data pendidikan ini pun masih menuai sorotan publik. Mengingat masih banyaknya keraguan soal riwayat pendidikan Gibran yang diketahui bersekolah di luar negeri usai lulus SMP dari Solo.
"Akhirnya KPU rubah, Pendidikan Terakhir menjadi S1. Harus diuji nih S1 nya, apakah beneran atau hanya setara SMK," cuit @sha*******.
Pendidikan Gibran Rakabuming Raka
Gibran diketahui menempuh pendidikan SD hingga SMP di Solo.
Usai lulus SMP, dia tidak menempuh pendidikan SMA di Indonesia.
Diketahui Gibran menghabiskan masa SMA di Orchid Park Secondary School, Singapura (2002–2004).
Dia kemudian mendaftar ke UTS Insearch, Sydney, Australia (2004–2007), merupakan program jalur atau preparatory cources bagi mahasiswa asing yang ingin belajar di Universitas Teknologi Sydney di Australia.
Namun, ternyata Gibran justru pindah kembali ke Singapura untuk melanjutkan kuliah.
Gibran memperoleh diploma dari Institut Pengembangan Manajemen Singapura (MDIS) pada tahun 2010, dengan gelar BSc (S1) dari Universitas Bradford yang mitra MDIS.
Sebelumnya, ayah Gibran yang juga Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengatakan jika dirinya lah yang memilihkan sekolah untuk sang putra di Singapura.
"Yang mencarikan saya, jadi ngerti lah," ujar Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi menekankan keputusan menyekolahkan Gibran di luar negeri bertujuan agar putranya belajar mandiri sejak dini.
"Biar mandiri," tandas Jokowi. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria