RADARSOLO.COM - Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB), Abdullah Azwar Anas, ikut dimintai keterangan terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kasus ini sebelumnya telah menyeret mantan Menteri Nadiem Makarim sebagai tersangka utama.
“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan perkara Chromebook,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, Rabu (24/9/2025).
Menurut Anang, pemanggilan Azwar Anas berkaitan dengan jabatannya sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pada 2022, sebelum dirinya masuk kabinet sebagai Menpan RB.
Baca Juga: Kasus Chromebook Nadiem Makarim Bergulir Hingga Solo, Sejumlah Pejabat Lama Dimintai Keterangan
Lima Tersangka Sudah Ditahan
Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Nadiem Makarim, mantan Staf Khususnya Jurist Tan, konsultan Kemendikbudristek Ibrahim Arief, mantan Direktur SMP periode 2020–2021 Mulyatsyah, dan mantan Direktur SD periode 2020–2021 Sri Wahyuningsih.
Jaksa menyebut, Nadiem dalam rapat Zoom pada 6 Mei 2020 memberi arahan kepada para pejabatnya untuk melakukan pengadaan laptop berbasis ChromeOS dari Google.
Padahal, kajian yang menyatakan Chromebook lebih unggul dibanding Windows baru keluar sebulan setelahnya, Juni 2020.
Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp1,9 triliun.
Adapun total nilai proyek digitalisasi pendidikan pada periode 2019–2022 mencapai Rp9,3 triliun, bersumber dari APBN dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Nadiem Makariem Membantah
Nadiem Makarim sejak awal menegaskan tidak pernah mengambil keuntungan dari proyek Chromebook.
Ia bahkan menyebut penggunaan Chromebook bisa menghemat biaya hingga miliaran rupiah.
"Proses pengadaan laptop ini sudah menggunakan mekanisme paling minim konflik kepentingan," kata Nadiem.
Namun, setelah ditetapkan sebagai tersangka, ia langsung mengenakan rompi oranye tahanan Kejaksaan Agung.
Kepada wartawan, Nadiem bersikukuh dirinya tidak bersalah.
“Saya tidak melakukan apa pun. Tuhan akan melindungi saya. Kebenaran pasti terungkap,” ucapnya saat digiring menuju mobil tahanan.
Asal Mula Chromebook Masuk ke Kemendikbud
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Nurcahyo Jungkung Madyo, menguraikan awal mula munculnya Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan.
Menurutnya, Google sempat mengirim surat kepada Menteri Pendidikan saat itu, Muhadjir Effendy, untuk dilibatkan dalam pengadaan perangkat TIK.
Namun surat tersebut tidak direspons karena uji coba Chromebook pada 2019 gagal, terutama di sekolah daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
Ketika kabinet Jokowi periode kedua, posisi Muhadjir digantikan oleh Nadiem Makarim. Pada awal 2020, Nadiem merespons surat Google yang sebelumnya diabaikan.
Ia bahkan bertemu perwakilan Google Indonesia, Muriel Makarim dan Putri Ratu Alam, pada Februari dan April 2020.
Pertemuan-pertemuan itu berujung pada kesepakatan penggunaan produk Google, yakni ChromeOS dan Chrome Device Management (CDM), sebagai basis pengadaan perangkat TIK di Kemendikbudristek.
Pada April 2020, muncul kajian awal mengenai pengadaan perangkat pembelajaran berbasis TIK, di mana Chromebook mulai disebut, namun masih bersaing dengan sistem operasi lain seperti Windows, Linux, dan MacOS. Kajian lanjutan yang menempatkan Chromebook sebagai pilihan utama baru diterbitkan Juni 2020.
Profil Abdullah Azwar Anas
Abdullah Azwar Anas lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, pada 6 Agustus 1973.
Ia merupakan politisi PDI Perjuangan, meski sebelumnya pernah berkarier di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Anas dikenal sebagai anggota MPR RI Utusan Golongan termuda pada 1997.
Pada tahun 2001, ia dipercaya menjadi Wakil Sekjen DPP PKB, sebelum kemudian berhasil terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur III.
Karier politiknya berlanjut di tingkat daerah, ketika ia maju dalam Pilkada Banyuwangi bersama Yusuf Widyatmoko.
Pasangan ini terpilih untuk periode 2010–2015, kemudian kembali menang di Pilkada 2015 untuk periode kedua.
Pada Pilkada Jawa Timur 2018, Anas sempat diproyeksikan menjadi calon wakil gubernur mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Setelahnya, ia dipercaya masuk ke kabinet Jokowi sebagai Kepala LKPP, lalu menjabat Menpan RB.
Editor : Nur Pramudito