Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Latar Belakang Pendidikan dr. Tan Shot Yen yang Berani Kritisi MBG di Depan Anggota DPR, "Kalau Request Cilok, Mati Kita”

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 26 September 2025 | 17:49 WIB

 
dr. Tan Shot Yen yang kritisi program MBG saat rapat dengan Komisi IX DPR RI.
dr. Tan Shot Yen yang kritisi program MBG saat rapat dengan Komisi IX DPR RI.

RADARSOLO.COM – Sikap tegas yang disuarakan dr. Tan Shot Yen tentang program Menu Bergizi Gratis (MBG) saat rapat dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (22/9/2025), mendapat banyak dukungan dari warganet.

“Setuju pake bgt. Saya dokter spesialis anak di Pulau Flores. Ironis sekali, laut kami melimpah dengan ikan, tapi anak-anak justru lebih suka biskuit, wafer, dan gula-gula. Di desa, praktik pemberian makan sering tidak tepat, anak terbiasa jajanan, akhirnya malas makan, dan jatuh pada malnutrisi… di tengah tanah yang sesungguhnya kaya protein hewani,” tulis akun Instagram dr.huma_kidz.

Diketahui, saat rapat dengan Komisi IX DPR RI, dr. Tan Shot Yen meminta pemerintah menghentikan distribusi makanan kering yang mengacu pada produk industri sebagai UPF dalam menu MBG.

“Alokasikan menu lokal sebagai 80% isi MBG di seluruh wilayah. Saya pengen anak Papua bisa makan ikan kuah asam,” tegasnya.

“Saya pengen anak Sulawesi bisa makan kapurung. Tapi yang terjadi dari Loknga sampai dengan Papua yang dibagi adalah burger! Di mana tepung terigu tidak pernah tumbuh di bumi Indonesia. Enggak ada anak muda yang tahu bahwa gandum tidak tumbuh di bumi Indonesia,” beber dr. Tan Shot Yen.

“Saya setuju bahwa ada anak yang tidak suka dengan makanan lokal. Karena mereka tidak terbiasa. Tapi bukan berarti lalu request anak-anak. Kalau request-nya cilok, mati kita,” imbuh dia.

Lalu siapa sebenarnya dr. Tan Shot Yen yang pemberani itu?

Dia lahir di Beijing, China pada 17 September 1964. Dr. Tan Shot Yen merupakan sosok yang dikenal luas sebagai dokter, ahli gizi masyarakat, penulis, dan intelektual publik yang vokal dalam isu-isu kesehatan serta gaya hidup.

Perjalanan Akademik dan Profesional dr. Tan Shot Yen: Dari Kedokteran hingga Filsafat

Perjalanan akademik dr. Tan Shot Yen dimulai di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara pada 1983 hingga 1990.

Usai menamatkan pendidikan sarjana kedokteran, dr. Tan melanjutkan pendidikan profesi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan pada tahun 1991 ia resmi meraih gelar dokter.

Tidak sampai di situ, Tan memperlebar sayap keilmuannya dengan menempuh pendidikan pascasarjana di luar negeri.

Baca Juga: Penyaluran FLPP di Jateng Capai 15.414 Unit, Percepat Perizinan Pembangunan Rumah untuk MBR

Pada 1992, ia menempuh pendidikan Instructional Physiotherapy di Perth, Australia. Empat tahun kemudian, ia mengikuti program diploma penyakit menular seksual dan HIV-AIDS di Thailand.

Dr. Tan Shot Yen juga menekuni filsafat dengan melanjutkan studi pascasarjana di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, yang ia tamatkan pada 2009.

Tak hanya aktif sebagai praktisi dan edukator, dr. Tan Shot Yen juga dikenal sebagai penulis yang aktif.

Ia rutin mengisi kolom kesehatan di media massa dan telah menerbitkan sejumlah buku dengan topik gizi dan kesehatan.

Dr. Tan Shot Yen juga merupakan pendiri Dr Tan Wellbeing Clinics and Remainlay Special Needs’ Health yang berfokus pada kesehatan anak berkebutuhan khusus. (wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Dr Tan Shot Yen #ahli gizi #dpr ri #Mbg #kritis #komisi ix