RADARSOLO.COM-Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) meresponsterkait penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai Ibu Kota Politik mulai.
Mantan Wali Kota Solo itu menilai langkah yang diambil Presiden Prabowo Subianto sudah tepat, bahkan penting bagi masa depan bangsa.
“Saya kira sangat bagus. Bapak Presiden Prabowo telah memutuskan dan menandatangani Perpres (Peraturan Presiden) yang menyampaikan IKN sebagai Ibu Kota Politik. Saya kira bagus, kita dukung,” ujar Jokowi.
Jokowi menjelaskan, dengan status baru ini, seluruh kelembagaan negara akan dipusatkan di IKN. Mulai dari eksekutif, legislatif, hingga yudikatif.
Menurutnya, hal ini akan membuat fungsi pemerintahan berjalan lebih efektif dan efisien.
“Semua unsur negara eksekutif, yudikatif, legislatif akan ada semua di IKN. Dan kita harapkan nanti, insya Allah, 2028 betul-betul siap dan pindah bersama-sama ke IKN,” tegasnya.
Harapkan Demokrasi Semakin Dinamis, IKN Simbol Pemerataan Pembangunan di Luar Jawa
Saat ditanya apakah demokrasi Indonesia akan semakin dinamis dengan pemindahan pusat politik ke IKN, Jokowi berharap demikian.
“Ya kita harapkan sesuai dengan rencana besar yang ada sejak awal, bahwa IKN betul-betul menjadi ibu kota politik,” katanya.
Baginya, keberadaan IKN sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat politik akan menjadi tonggak sejarah baru.
Bukan hanya sebatas pemindahan gedung kementerian atau lembaga negara, melainkan juga simbol pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa.
Seperti diketahui, pembangunan IKN merupakan gagasan yang dimulai saat Jokowi masih menjabat sebagai Presiden.
Pada 2019 lalu, ia secara resmi mengumumkan rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur.
Setelah melalui serangkaian proses legislasi, lahirlah Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.
Kini, di era Presiden Prabowo Subianto, rencana itu berlanjut. Bahkan lebih diperjelas dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 yang merevisi Rencana Kerja Pemerintah, serta menetapkan bahwa pada 2028 IKN resmi difungsikan sebagai Ibu Kota Politik. (atn)
Editor : Tri wahyu Cahyono