Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ada Apa di Dalam Sumur Lubang Buaya? Jejak Kelam Tragedi G30S/PKI

Syahaamah Fikria • Senin, 29 September 2025 | 03:55 WIB
Sumur maut di Lubang Buaya, tempat pembuangan jasad para jenderal dalam tragedi G30S/PKI.
Sumur maut di Lubang Buaya, tempat pembuangan jasad para jenderal dalam tragedi G30S/PKI.

RADARSOLO.COM – Setiap 30 September, bangsa Indonesia kembali mengingat peristiwa kelam dalam sejarah, yakni tragedi G30S/PKI tahun 1965.

Salah satu lokasi yang tak pernah lepas dari ingatan adalah Lubang Buaya.

Di sana terdapat sebuah sumur sempit yang menjadi saksi bisu penyiksaan dan pembunuhan tujuh perwira Angkatan Darat.

Lokasi dan Sejarah Lubang Buaya

Lubang Buaya berada di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Dulunya hanya dikenal warga sekitar sebagai lokasi sunyi.

Namun, sejak tragedi 1965, sebuah sumur di wilayah itu menjadi simbol pengkhianatan PKI.

Dalam sumur berdiameter 75 sentimeter dan kedalaman 12 meter itu, para jenderal korban G30S/PKI dibuang setelah diculik, disiksa, dan dibunuh.

Jenazah mereka dimasukkan bertumpuk ke dalam lubang sempit tersebut.

Setelah dievakuasi, para pahlawan kemudian dimakamkan secara terhormat di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Asal Usul Nama Lubang Buaya

Nama Lubang Buaya bukan tanpa alasan. Menurut catatan Perpustakaan Badan Standarisasi Nasional (BSN), masyarakat sekitar meyakini dahulu terdapat banyak buaya putih yang hidup di sekitar sungai kawasan itu.

Hewan-hewan tersebut dipercaya membuat lubang untuk berdiam, sehingga masyarakat menamainya “Lubang Buaya”.

Pada masa G30S, lokasi ini dijadikan pusat pelatihan militer Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hingga kini, jejak sejarahnya masih bisa disaksikan melalui monumen, museum, serta diorama yang menggambarkan detail peristiwa tersebut.

Apa Saja yang Ada di Kompleks Lubang Buaya Sekarang?

Saat ini, kawasan Lubang Buaya telah diresmikan sebagai Monumen Pancasila Sakti.

Di dalamnya terdapat:

- Sumur Lubang Buaya tempat jasad para perwira TNI AD dibuang.

- Museum Pengkhianatan PKI, yang memamerkan diorama penyiksaan hingga pembersihan PKI.

- Rumah tua, tempat para jenderal disekap dan disiksa.

- Mobil klasik, yang dipakai untuk mengangkut korban penculikan.

Tempat ini menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda agar tidak melupakan tragedi berdarah yang pernah mengoyak bangsa.

Tujuh Pahlawan Revolusi Korban Lubang Buaya

Tujuh perwira TNI AD yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi.

Berikut perwita yang gugur dalam peristiwa G30S:

1. Letjen Anumerta Ahmad Yani

2. Mayjen R. Soeprapto

3. Mayjen M.T. Haryono

4. Mayjen S. Parman

5. Brigjen D.I. Panjaitan

6. Brigjen Sutoyo Siswodiharjo

7. Lettu Pierre A. Tendean

Pengorbanan mereka menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan bangsa dari ideologi yang mengancam Pancasila. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#G30S #lubang buaya #gerakan 30 september #Pahlawan revolusi #pki #G30S/PKI #sumur