RADARSOLO.COM - Nama Nurul Sahara tengah ramai diperbincangkan publik usai terlibat perseteruan dengan dosen UIN Malang, Imam Muslim atau dikenal dengan sapaan Yai Mim.
Konflik ini mencuat setelah Sahara mengunggah video keluhannya melalui akun TikTok @Sahara_Vibesssss yang kemudian viral dan memicu polemik.
Dalam unggahannya, pemilik usaha rental mobil itu menuding Yai Mim dan istrinya, Rosyida Vignesvari, melakukan sejumlah tindakan yang merugikan dirinya.
Beberapa poin keluhan yang disampaikan Sahara antara lain:
-
Dugaan pelecehan seksual.
-
Pencemaran nama baik.
-
Perusakan mobil rental.
-
Pemblokiran jalan umum di depan rumah.
-
Fitnah terkait usaha rental mobil.
-
Memprovokasi mahasiswa UIN Malang untuk menyerbu garasi mobil.
Sahara mengaku permasalahan tersebut juga berdampak langsung pada usahanya.
Banyak pelanggan disebut enggan datang ke garasi mobil karena kondisi lingkungan yang tidak kondusif.
"Dari sisi ekonomi, usaha rental mobil saya terdampak serius. Banyak pelanggan takut datang ke garasi, sehingga saya harus mengantarkan mobil langsung ke penyewa," ungkapnya, dikutip dari Instagram @infomalangrayaofficial, Minggu (28/9/2025).
Namun, dinamika publik kini berbalik. Tidak sedikit warganet justru membela Yai Mim dan istrinya.
Alasannya, keluarga Sahara dinilai kerap berkata kasar serta menggiring opini negatif terhadap sang dosen yang lebih senior.
Profil Nurul Sahara
Di balik konflik yang viral, publik mulai mencari tahu siapa sosok Nurul Sahara sebenarnya.
Dari akun LinkedIn atas namanya, Sahara diketahui memiliki latar belakang akademik dan pengalaman kerja yang cukup panjang.
Nama lengkapnya adalah Nurul Sahara. Ia menganut agama Islam dan merupakan lulusan Magister Administrasi Publik di Universitas Brawijaya (UB).
Dalam tesisnya, Sahara membahas tentang Perencanaan Strategis dalam Musrenbangdes (Studi Proses Pembangunan di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep).
Saat ini, ia juga disebut sedang menempuh studi doktoral (S3) di UB, sebagaimana disebutkan langsung oleh Imam Muslim dalam salah satu pernyataannya yang viral.
Dari sisi karier, Sahara tercatat bekerja sebagai asisten peneliti di CV Aksara Bumi Intelekta sejak Maret 2024.
Sebelumnya, ia pernah menjadi asisten dosen paruh waktu di Universitas Islam Malang sejak Agustus 2017 hingga Juli 2020.
Selain itu, Sahara juga menuliskan sejumlah keahlian yang ia miliki, antara lain analisis bisnis, periklanan, bantuan administratif, manajemen operasional, manajemen perubahan, sumber daya manusia (SDM), hingga pengetahuan seputar hukum korporasi.
Konflik ini semakin memanas setelah Imam Muslim meminta agar Nurul Sahara diberhentikan dari program doktoral di UB. Hal itu disampaikan melalui sebuah video yang juga beredar luas.
"Dengan tersebarnya video saya, Nurul Sahara menyebabkan saya dipecat dari UIN Malang. Saya mohon keadilan agar UB dapat membina mahasiswanya dengan benar, bahkan memecat Nurul Sahara dari program S3," ujar Imam Muslim, dikutip dari TikTok @sobatjabar08.
Kasus ini pun masih terus menjadi sorotan publik. Warganet terbagi dua, antara yang mendukung Sahara sebagai pihak yang dirugikan, dan yang membela Yai Mim beserta keluarganya.(np)
Editor : Nur Pramudito