Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Apa Itu Madas? Ikut Disorot dalam Konflik Yai Mim vs Nurul Sahara, Ada Andil Ketua DPAC Mohammad Shofwan?

Syahaamah Fikria • Selasa, 30 September 2025 | 00:40 WIB
Ormas Madas kini ikut disorot buntut perseteruan Nurul Sahara dan suami Mohammad Shofwan dengan Yai Mim di Malang.
Ormas Madas kini ikut disorot buntut perseteruan Nurul Sahara dan suami Mohammad Shofwan dengan Yai Mim di Malang.

RADARSOLO.COM – Istilah Madas tiba-tiba menjadi perbincangan hangat publik, menyusul viral perseteruan antara Kiai Muhammad Imam Muslimin atau Yai Mim dengan pemilik Sahara Rental, Nurul Sahara, di kawasan Joyo Grand, Kota Malang.

Awalnya, konflik ini dipicu oleh sengketa lahan wakaf dan penggunaan fasilitas lingkungan.

Persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan secara internal justru meluas menjadi polemik sosial, hingga akhirnya menarik perhatian masyarakat luas.

Nama Madas ikut mencuat lantaran suami Nurul Sahara, Mohammad Shofwan, merupakan Ketua Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Madas Karangploso.

Posisi ini membuat publik menduga ada kaitan antara organisasi masyarakat tersebut dengan narasi yang dibangun Sahara melalui media sosial.

Apa Itu Madas?

Madas merupakan singkatan dari Madura Asli, sebuah organisasi masyarakat yang didirikan sebagai wadah komunitas Madura, baik di kampung halaman maupun di perantauan.

Dalam situs resminya, ormas ini menegaskan dukungan terhadap pemerintah yang sah, sekaligus berkomitmen membentuk warga Madura yang bermoral, bermartabat, dan berakhlakul karimah.

Misi utama MADAS meliputi:

Persatuan: menggalang persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia demi tegaknya NKRI

Gotong Royong: bekerja sama dengan seluruh jajaran aparat penegak hukum baik Polri, Kejaksaan, TNI dalam penegakan supremasi hukum

Edukasi: memberikan edukasi dan pelatihan untuk meningkatkan SDM seluruh warga Madura

Hukum: memberikan pendampingan hukum kepada seluruh warga Madura terkhusus pengurus dan anggota ormas Madas.

Saat ini, Madas dipimpin oleh Ketua Umum Berlian Ismail bersama Wakil Ketua Umum R. Zainal Fatah.

Jaringan organisasinya tersebar di berbagai daerah melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD), mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, hingga Bali.

Bahkan, struktur Madas aktif hingga ke tingkat Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC). Salah satunya DPAC Karangploso yang dipimpin oleh Mohammad Shofwan, suami Nurul Sahara.

Madas Disorot dalam Konflik Yai Mim dan Sahara

Konflik Yai Mim dengan Nurul Sahara semakin panas ketika permasalahan lahan berujung pada pengusiran sang kiai dari lingkungan Joyo Grand.

Netizen kemudian menyoroti dugaan adanya strategi playing victim terhadap mantan dosen UIN Malang itu melalui unggahan akun TikTok @Sahara_vibesssss yang diyakini milik Sahara.

Nama Madas pun langsung ikut terseret, terutama karena status Shofwan sebagai Ketua DPAC Karangploso.

Publik menilai kehadirannya bisa memperkuat posisi Sahara dalam menghadapi konflik dengan Yai Mim.

Situasi makin tegang setelah beredar video di media sosial.

Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @mohammad_imam_muslimin, Shofwan terlihat berbicara keras kepada Yai Mim.

“Ustaz, Habib, apa siapa sampeyan? Dari tadi saya udah tenang, nggak mau ikut terpancing, cuma kita clear-kan, jelaskan malam ini. Kalau memang ini punya sampeyan, mana sertifikatnya?” ucap Shofwan dalam video tersebut.

Meski dibentak, Yai Mim tetap tenang dan menyatakan siap menunjukkan sertifikat rumah yang dipersoalkan.

Namun, suasana kian panas karena kehadiran warga yang ikut menyaksikan, bahkan ikut berkata-kata kasar.

Hingga kini, organisasi Madas tidak pernah menyatakan secara resmi terlibat dalam konflik tersebut.

Namun posisi Shofwan sebagai ketua cabang ormas membuat publik menilai keberadaan Madas memiliki pengaruh tersendiri dalam konflik yang kini menyita perhatian luas itu.

Bahkan, akun medsos Madas Karangploso pun kini diserbu komentar-komentar netizen yang memberikan sindiran terhadap Mohammad Shofwan terkait konflik tersebut.

"Mohon tidak membiasakan mengambil hak orang lain, bilangin ke pada semua anggotanya kak," komen @Tar***** di akun TikTok @madaskarangploso.
(ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Nurul Sahara #Mohammad Shofwan #viral #lahan #Madas #Yai Mim #wakaf #Imam Muslimin #dosen UIN Malang #perseteruan #ormas