RADARSOLO.COM – Viral susu kotak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tertulis hanya mengandung 30 persen susu sapi segar, kini memicu rasa penasaran publik.
Banyak yang mempertanyakan istilah “susu rekombinasi” yang tertulis di kemasan.
“Susu UHT Full Cream Rekombinasi," demikian tertulis dalam kemasan.
Dengan hanya 30 persen kandungan susu sapi segar, tak sedikit yang meragukan kualitas susu MBG.
Lantas, apa sebenarnya susu rekombinasi?
Apa itu Susu Rekombinasi?
Susu rekombinasi adalah jenis susu cair yang dibuat dengan cara mencampurkan kembali komponen susu yang telah dipisahkan, seperti susu bubuk skim (padatan tanpa lemak) dan lemak susu, lalu ditambahkan air untuk mencapai kadar lemak serta padatan yang diinginkan.
Dengan proses ini, susu rekombinasi bisa mirip susu segar dalam hal komposisi, rasa, dan kandungan gizi.
Produk ini sering diproduksi untuk menjawab masalah keterbatasan pasokan susu segar, terutama di daerah yang sulit menjaga rantai pendinginan atau transportasi susu mentah.
Komponen Utama dalam Susu Rekombinasi
- Susu Bubuk Skim (SMP): Mengandung bagian padatan susu tanpa lemak yang menjadi dasar utama.
- Lemak Susu: Ditambahkan secara terpisah, bisa berupa minyak mentega (anhydrous milk fat) atau jenis lemak susu lainnya.
- Air: Dicampurkan dalam takaran tertentu untuk menyeimbangkan kandungan hingga mencapai komposisi akhir yang diinginkan.
Standar Internasional
Dilansir dari sciencedirect, Komisi Codex Alimentarius yang berada di bawah FAO dan WHO sudah menetapkan bahwa susu rekombinasi termasuk dalam kategori produk susu yang sah.
Susu ini sejajar dengan susu segar maupun susu rekonstitusi (produk dari bubuk yang ditambahkan air).
Produk berbasis rekombinasi sendiri terbagi dalam tujuh kelompok besar, mulai dari susu cair, krim, susu evaporasi, susu kental manis, produk susu fermentasi, mentega, hingga keju.
Kenapa Jadi Sorotan?
Dalam kasus susu MBG, publik menyoroti fakta bahwa air tercantum sebagai bahan utama, sementara kandungan susu segar hanya 30 persen.
Meski secara teknis masih memenuhi syarat minimal 20 persen susu segar sesuai standar BGN, banyak netzen mengeluhkan teksturnya terlalu encer dan tidak seperti susu UHT biasa.
"Ini jenis susunya rekombinasi ya bukan dimaksudkan utk susu murni. Susu rekombinasi bisa buat alternatif susu murni asalkan gak ada tambahan gula," tulis akun Instagram @mer*****.
"Yg aku heranin air paling depan dan susu murninya 30%, gak kayak produk susu rekombinasi lainnya (ex: FF). Mungkin itu yang bikin teksturnya cair dan malah seperti air putih ketimbang susu mempertanyakan apakah susu dengan kualitas demikian layak disebut “pilihan lebih sehat” seperti klaim di kemasan," imbuh akun itu.
"Murid² dan guru di lembaga kami sudah mencoba susu ini, banyak yg ga mau setelah tau rasanya, padaal sebelumnya pakai susu bermerk ultra mimi / greenfield yg komposisinya 100% susu, kali ini downgrade banget," komen @kafa******. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria