Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kronologi 2 Cucu Mahfud MD Keracunan MBG di Jogja, 1 Anak Dirawat 4 Hari di Rumah Sakit: Bukan Soal Angka, tapi Nyawa

Syahaamah Fikria • Kamis, 2 Oktober 2025 | 02:52 WIB
Mahfud MD.
Mahfud MD.

RADARSOLO.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Dua cucu mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD jadi korban keracunan setelah menyantap menu MBG di sekolah mereka di Jogja.

Mahfud mengungkapkan kejadian tersebut dalam video berjudul “Bereskan Tata Kelola MBG” yang diunggah di kanal YouTube miliknya.

Ia menegaskan bahwa kasus ini menjadi alarm serius agar tata kelola MBG segera diperbaiki.

Kronologi Keracunan MBG

Menurut Mahfud, insiden bermula saat makan siang di sekolah di Jogja.

Dalam satu kelas, delapan siswa yang menyantap menu MBG tiba-tiba mengalami muntah-muntah hebat.

Dua di antaranya adalah cucu ponakan dari Mahfud.

“Cucu ponakan. Saya punya ponakan, ponakan saya tuh punya anak. Makan siang gratis, ya masakan bergizi gratis, lalu satu kelas itu delapan orang langsung muntah-muntah,” ungkap Mahfud.

Pihak sekolah langsung membawa para siswa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Dari delapan korban, tujuh siswa hanya dirawat sehari sebelum akhirnya dipulangkan dan bisa melanjutkan pemulihan di rumah. Termasuk satu cucu Mahfud.

Namun, kondisi satu cucu Mahfud yang lain jauh lebih parah.

Anak tersebut harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama empat hari penuh.

“Ada dua, iya bersaudara, beda kelas. Di sekolah yang sama,” jelas Mahfud.

Mahfud Soroti Respons Pemerintah

Dalam pernyataannya, Mahfud juga menanggapi komentar Presiden Prabowo Subianto yang menyebut jumlah kasus keracunan MBG hanya 0,0017 persen dari 30 juta porsi yang telah dibagikan.

Menurut Mahfud, angka statistik sekecil apapun tidak boleh dijadikan alasan untuk meremehkan nyawa dan kesehatan anak-anak.

“Betul itu hanya 0,0017 persen. Kecil memang. Tapi nyawa tidak bisa dihitung dengan angka. Tapi kan juga jutaan pesawat terbang di dunia ini lalu lalang setiap hari, kecelakaan satu saja tidak sampai 0,001 persen, juga orang ribut,” papar Mahfud.

Diakui dia, program MBG ini memang mulia karena membantu jutaan anak Indonesia yang masih sulit untuk mendapatkan makanan bergizi.

Namun, dia mendesak pemerintah agar tidak hanya melihat data statistik dalam kasus keracunan ini, melainkan melakukan evaluasi total terhadap tata kelola MBG.

Menurutnya, keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama.

“Ini bukan soal angka. Harus diteliti lagi apa masalahnya supaya tidak terulang,” pungkasnya. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#keracunan mbg #jogja #cucu mahfud md #Mbg #keracunan #mahfud md