RADARSOLO.COM - Teks Khutbah Jumat 3 Oktober 2025 yang bertepatan dengan bulan Rabiul Akhir dapat mengambil tema kematian sebagai pengingat mendalam bagi umat Islam.
Kematian adalah sebuah kepastian yang akan dialami setiap makhluk hidup, tidak bisa dimajukan maupun ditunda.
Peristiwa ini merupakan saat terpisahnya ruh dari jasad, sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah Swt. pada QS Ali ‘Imran ayat 185, bahwa setiap jiwa pasti akan merasakan mati.
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Dan pada hari Kiamat nanti, balasan akan diberikan secara sempurna. Siapa yang diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia meraih kemenangan. Kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS Ali ‘Imran: 185)
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 19 September 2025: Tema Maulid Nabi Rabiul Awal Meneladani Akhlak Rasulullah
Renungan mengenai kematian ini bisa menjadi pesan khatib kepada jamaah agar senantiasa mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal saleh serta menjauhi segala larangan Allah.
Teks Khutbah Jumat 3 Oktober 2025 Rabiul Akhir: Tentang Kematian yang Menggetarkan Hati
Berikut teks khutbah Jumat 3 Oktober 2025 lengkap bulan Rabiul Akhir dengan tema kematian yang penuh pelajaran berharga:
Khutbah I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى: كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah Swt. Berkat limpahan rahmat dan ‘inayah-Nya, kita masih mendapatkan nikmat iman, Islam, sehat, dan panjang umur, sehingga kita masih dapat berkumpul untuk menjalan perintah Allah.
Oleh sebab itu, mari bersama-sama meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt. dengan cara menjauhi segala larangan-Nya serta menjalankan seluruh perintah-Nya.
Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Baginda besar, Nabi Muhammad saw beserta keluarga, sahabat, hingga kepada kita yang senantiasa berharap syafaat pada hari kiamat, Amiin.
Jamaah Jumat rahimakumullah.....
Kematian adalah kepastian yang tidak bisa dihindari oleh siapapun. Hampir setiap hari kita mendengar kabar kematian dari tetangga, kerabat, sahabat, bahkan orang-orang yang kita cintai.
Ketika kematian datang, kita tidak membawa apapun kecuali kain kafan yang membungkus jasad. Harta yang menumpuk, rumah mewah, maupun keluarga yang disayangi tentunya akan ditinggalkan. Hanya iman dan amal sholeh selama di dunia yang nantinya akan menuntun menghadap Allah Swt.
Dijelaskan dalam Qs Al-A'raf ayat 34:
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
wa likulli ummatin ajal, fa idzâ jâ'a ajaluhum lâ yasta'khirûna sâ‘ataw wa lâ yastaqdimûn
Artinya: “Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan.
Jamaah yang dimuliakan Allah......
Saat ajal tiba, manusia akan merasakan sakaratul maut, rasa sakit yang sangat dahsyat. Terutama bagi orang-orang zalim dan ahli maksiat. Allah swt menggambarkan hal itu dalam Qs Al-An'am ayat 93, bahwa orang zalim menghadapi kematian dalam keadaan disiksa para malaikat.
وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ قَالَ اُوْحِيَ اِلَيَّ وَلَمْ يُوْحَ اِلَيْهِ شَيْءٌ وَّمَنْ قَالَ سَاُنْزِلُ مِثْلَ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُۗ وَلَوْ تَرٰٓى اِذِ الظّٰلِمُوْنَ فِيْ غَمَرٰتِ الْمَوْتِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ بَاسِطُوْٓا اَيْدِيْهِمْۚ اَخْرِجُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُوْنِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ اٰيٰتِهٖ تَسْتَكْبِرُوْنَ ٩٣
wa man adhlamu mim maniftarâ ‘alallâhi kadziban au qâla ûḫiya ilayya wa lam yûḫa ilaihi syai'uw wa mang qâla sa'unzilu mitsla mâ anzalallâh, walau tarâ idzidh-dhâlimûna fî ghamarâtil-mauti wal-malâ'ikatu bâsithû aidîhim, akhrijû anfusakum, al-yauma tujzauna ‘adzâbal-hûni bimâ kuntum taqûlûna ‘alallâhi ghairal-ḫaqqi wa kuntum ‘an âyâtihî tastakbirûn
Artinya:"Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, “Telah diwahyukan kepadaku,” padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya dan orang yang berkata, “Aku akan mendatangkan seperti yang diturunkan Allah.” Seandainya saja engkau melihat pada waktu orang-orang zalim itu (berada) dalam kesakitan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sembari berkata), “Keluarkanlah nyawamu!” Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya,".
Beratnya kematian, sakaratul maut juga dirasakan oleh nabi. Hanya saja menurut Imam Qurbithi, bagi para nabi, kematian memiliki dua keistimewaan yaitu sebagai penyempurnaan keutamaan dan derajat serta sebagai informasi kepada makhluk bahwa kematian itu berat.
Ka'ab seorang pemuda bertanya kepada Umar ibn Al-Khattab tentang kematian, ia menjawab “Wahai Amirul Mukminin, maut itu bagaikan sebuah pohon yang banyak durinya dimasukkan ke dalam perut ibnu Adam. Setiap duri memegang satu urat darinya. Kemudian ditarik sekaligus oleh seorang laki-laki yang sangat kuat. Maka putuslah semua urat yang menyangkut pada duri, tertinggallah urat-urat yang tersisa”.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah.....
Sebelum kematian itu datang, janganlah kita menunda taubat. Mohon ampunan kepada Allah Swt. atas segala dosa yang telah diperbuat baik dosa kecil maupun besar. Sesungguhnya yang paling ditakutkan bukanlah kematian itu sendiri, melainkan meninggal dalam keadaan su'ul khatimah.
Rasulullah saw pernah bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالخَوَاتِيْمِ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ)
Artinya: “Sesungguhnya yang menjadi penentu adalah perbuatan di akhir hayat.” (HR Al-Bukhari).
Maka selayaknya kita mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal ibadah, menjauhi larangan-Nya, serta memperkuat iman. Karena ketika ajal menjemput, semua amal akan terputus kecuali tiga perkara.
Sebagaimana hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan Abu Hurairah:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, atau doa anak yang sholeh”. (HR. Muslim no. 1631).
Demikian khutbah Jumat pada hari yang mulia ini. Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan kekuatan kepada kita untuk memperbanyak amal saleh, memohon ampunan, dan mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan husnul khatimah.
Tak lupa, khatib selalu berpesan kepada diri sendiri maupun jemaah seluruhnya agar selalu meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt.
بَارَكَ اللّهُ لِىْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِيْ وَاِيّكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَاِيَّاكُمْ تِلاَ وَتَه اِنَّه هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ.
اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.
فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Editor : Nur Pramudito