Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Gubernur Ahmad Luthfi Desak Peningkatan Distribusi Dokter di Jawa Tengah, Program Speling Jadi Solusi

Syahaamah Fikria • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 06:08 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam acara peringatan Hari Kesehatan Nasional  dan Launching program Speling Melesat di Solo Baru.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam acara peringatan Hari Kesehatan Nasional  dan Launching program Speling Melesat di Solo Baru.

RADARSOLO.COM - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendesak dilakukannya pemerataan dokter secara merata di seluruh wilayahnya.

Langkah ini difokuskan untuk memastikan pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses dan dirasakan langsung oleh masyarakat hingga tingkat paling bawah.

Permintaan ini disampaikan dalam acara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) dan Launching program Speling Melesat serta TB Express di Solo Baru, Sukoharjo pada Jumat (3/10/2025).

Ahmad Luthfi menekankan perlunya penempatan dokter spesialis tidak hanya di puskesmas kecamatan, tetapi juga di puskesmas pembantu (pustu) desa-desa.

"Saya ingin dokter di Jawa Tengah tidak hanya puskesmas di kecamatan, tetapi hingga puskesmas pembantu (pustu) juga dikasih dokter. Jangan perawat saja. Perbanyak dokter-dokter," tegas Gubernur Luthfi.

Program Speling Sebagai Solusi Akses Kesehatan

Luthfi menyoroti pentingnya penempatan dokter spesialis di tingkat desa, merujuk pada pengalamannya saat kunjungan kerja.

Ia menceritakan, saat mengecek program Layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) di Desa Salem, Kecamatan Salem, Brebes pada Kamis, 2 Oktober 2025, ia mendapati masyarakat setempat kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Bahkan, ada yang membutuhkan waktu tempuh kurang lebih satu jam.

Program Speling, yang melibatkan dinas kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit daerah, dan swasta, menjadi solusi utama yang digagas oleh Luthfi bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin untuk mengatasi kekurangan dokter dan fasilitas kesehatan.

Program prioritas ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan paripurna berbasis desa.

"Begitu kami datang ke sana dengan program Speling, mereka senang sekali. Jadi kami minta tolong ke rumah sakit yang bukan kewenangan provinsi, membantu mobil dan dokter untuk Speling," ujar Gubernur Jateng.

Kemitraan dengan Perguruan Tinggi

Untuk merealisasikan pemerataan dan penambahan jumlah dokter, Ahmad Luthfi juga menjalin MoU (nota kesepahaman) dengan perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran dan kesehatan di Jateng.

Ia mendorong mahasiswa, termasuk melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), dokter koas, serta dokter spesialis dari fakultas tersebut, untuk diterjunkan langsung ke desa-desa.

"Dengan begitu, para akademisi juga mempunyai tanggung jawab moral dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan masyarakat," jelas Luthfi.

Senada dengan upaya Pemprov Jateng, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengakui, jumlah dokter di Indonesia masih belum memadai.

Oleh karena itu, Kemenkes mendukung peningkatan produksi dokter, disertai peningkatan jumlah dan kualitas fakultas kedokteran agar distribusi dokter dapat menjangkau seluruh daerah.

Terkait distribusi dokter di daerah terpencil, Kunta menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan rumah sakit sangat krusial.

Ia juga mengonfirmasi adanya rencana insentif dari Presiden untuk menarik dokter spesialis agar bersedia ditempatkan di wilayah terpencil. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#gubernur jateng #kemenkes #Ahmad Luthfi #speling #pemerataan #pustu #dokter spesialis