RADARSOLO.COM – Penangkapan seorang pemuda berinisial WFT, 22, di Minahasa, Sulawesi Utara, mendadak bikin viral.
Polisi menyebutnya sebagai sosok di balik akun @bjorkanesiaa, yang selama ini dikenal dengan nama hacker legendaris Bjorka.
Namun, penangkapan ini justru menimbulkan tanda tanya besar, benarkah WFT adalah Bjorka yang asli, atau sekadar menggunakan nama besar itu?
Polisi Masih Mendalami
Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Ade Ary Syam Indradi mengatakan, penyidik masih terus mendalami identitas WFT.
Menurutnya, perlu ada bukti kuat untuk memastikan apakah pemuda itu benar sosok hacker Bjorka yang pernah bikin geger Indonesia.
"Pendalaman masih terus dilakukan terkait kesamaan nama. Penyidik berkomitmen untuk mengungkap fakta sebenarnya," kata Ade, Jumat (3/10/2025).
Hal senada diungkapkan Wadir Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus.
Ia menyebut ada indikasi awal bahwa sejak 2020 akun X (Twitter) bernama Bjorka memang hanya dimiliki WFT. Namun, itu baru satu petunjuk.
"Masih perlu bukti lain. Jejak digitalnya sejak 2020 akan dicocokkan dengan aksi-aksi peretasan yang pernah mengatasnamakan Bjorka di dark web," jelas Fian.
Jejak Digital WFT dan Aksi Bjorka
WFT ditangkap di Desa Totolan, Kakas Barat, Minahasa, pada 23 September 2025.
Penangkapan itu berawal dari laporan sebuah bank swasta pada April 2025.
Dalam laporan tersebut, WFT menggunakan akun @bjorkanesiaa untuk mengunggah tampilan database nasabah bank dan mengklaim telah meretas 4,9 juta data nasabah.
Ia bahkan sempat mengirim pesan ke pihak bank dengan nada pemerasan, meski aksinya keburu digagalkan.
Dari hasil pemeriksaan, WFT ternyata sudah aktif di media sosial sejak 2020 dengan mengaku sebagai Bjorka.
Ia juga memiliki akun di dark forum yang sempat viral pada Februari 2025.
Menariknya, setelah jadi sorotan, WFT mengganti username-nya menjadi SkyWave.
Bjorka Asli Masih Bebas?
Di tengah heboh penangkapan ini, muncul akun Bjorkanism dengan 59 ribu pengikut yang justru membantah dirinya sudah tertangkap.
"You think it's me? Everyone uses my name, but you don't realize I'm still free. The one who appeared in 2022," tulis akun tersebut.
Unggahan itu membuat publik makin penasaran. Jika benar Bjorka asli masih bebas, lantas apakah WFT hanyalah orang yang meminjam nama Bjorka.
Pakar Siber Ikut Meragukan
Pakar keamanan siber sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, juga ragu WFT adalah Bjorka asli.
"Polisi dengan pedenya bilang kalau mereka nangkap Bjorka terus konpers seakan-akan yang ditangkap itu kasus yang wah banget." cuit Teguh di akun X-nya @secgron.
"Padahal yang ditangkap itu cuma bocah yang selama ini ngaku-ngaku jadi Bjorka dan bocah yang suka repost thread orang lain," imbuh dia.
Menurut penelusuran Teguh, WFT lewat akun SkyWave pernah mengklaim sejumlah serangan siber ke bank besar Indonesia.
Namun, sebagian besar isinya hanyalah unggahan ulang dari laporan ransomware yang sudah beredar di luar negeri. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria