Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sosok KH R. Abdus Salam Mujib Pengasuh Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang Ambruk, 65 Orang Dilaporkan Meninggal 

Syahaamah Fikria • Selasa, 7 Oktober 2025 | 03:36 WIB
KH R. Abdus Salam Mujib, Pengasuh Ponpes Al Khoziny Sidoarjo.
KH R. Abdus Salam Mujib, Pengasuh Ponpes Al Khoziny Sidoarjo.

RADARSOLO.COM – Duka mendalam menyelimuti Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Insiden ambruknya bangunan asrama putra pada Senin (29/9/2025), mengakibatkan 65 orang meninggal, dan lebih dari seratus lainnya terluka.

Di tengah musibah besar ini, nama KH R. Abdus Salam Mujib, pengasuh pesantren, menjadi sorotan publik.

Bangunan Runtuh saat Santri Sedang Shalat Ashar

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, ratusan santri sedang menunaikan shalat Ashar berjamaah di lantai dua, tak lama setelah proses pengecoran lantai tiga rampung pada siang harinya.

"Pengecoran terakhir dilakukan pagi sampai siang hari. Sekitar jam tiga sore langsung ambruk," ujar KH R. Abdus Salam Mujib di lokasi kejadian.

Beliau menjelaskan, bangunan tersebut sebenarnya masih dalam tahap renovasi yang sudah berjalan selama sembilan bulan.

Atap lantai tiga baru saja dicor ketika struktur tiba-tiba runtuh dan menimpa para santri.

Bagi sang kiai, tragedi ini adalah ujian berat dan merupakan takdir Allah SWT.

"Ya saya kira ini takdir dari Allah. Jadi semuanya harus bersabar. Mudah-mudahan diganti oleh Allah dengan yang lebih baik," tuturnya.

Proses Evakuasi Penuh Tantangan

Tim SAR gabungan bekerja tanpa henti selama beberapa hari untuk mengevakuasi para korban yang tertimbun material berat.

Proses penyelamatan berjalan sulit karena struktur beton dan rangka besi yang saling bertumpukan.

Dilansir dari Antara, data posko tanggap darurat Sidoarjo per Senin pukul 18.38 WIB mencatat, total 169 orang berhasil dievakuasi.

Dari jumlah itu, 104 santri selamat, sedangkan sisanya dinyatakan meninggal dunia.

Selain itu, enam potongan tubuh juga ditemukan dan masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jatim di RS Bhayangkara Surabaya.

Sementara itu, beredar pula video viral yang menunjukkan para santri ikut membantu proses pengecoran bangunan.

Beberapa kesaksian menyebut, sebagian santri terlibat karena "dijadikan hukuman" jika melanggar aturan pondok.

Sosok KH R. Abdus Salam Mujib

Nama KH R. Abdus Salam Mujib kini ikut jadi sorotan, usai tragedi ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny.

Kyai Abdus Salam Mujib merupakan ulama kharismatik yang melanjutkan estafet kepemimpinan keluarga besar pendiri Pondok Pesantren Al Khoziny.

Dia merupakan putra KH Abdul Mujib Abbas, cucu dari KH Moh Abbas bin Moh Khozin bin Khoiruddin bin Ghozali, yang merupakan generasi penerus pendiri pesantren.

Ponpes itu sendiri didirikan pada tahun 1920 oleh KH Raden Khozin Khoiruddin atau Kiai Khozin Sepuh.

Lahir dan besar di lingkungan pesantren, KH R. Abdus Salam Mujib menempuh pendidikan di Al Khoziny, kemudian melanjutkan ke Pesantren Sarang, dan akhirnya menimba ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo, jurusan Syariah.

Sebagai pengasuh, ia dikenal berpandangan terbuka dan peduli pada keseimbangan antara ilmu agama dan pendidikan umum.

Di bawah kepemimpinannya, Al Khoziny berkembang pesat menjadi lembaga besar yang menaungi madrasah diniyah, sekolah formal, hingga Institut Agama Islam (IAI) Al Khoziny, yang kini menjadi kampus Islam ternama di Sidoarjo.

Selain mengasuh pesantren, Kyai Abdus Salam Mujib juga aktif dalam organisasi keagamaan. Ia menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Sidoarjo.

Serukan Evaluasi

Tragedi robohnya bangunan Al Khoziny menjadi duka besar bagi dunia pendidikan Islam di Jawa Timur.

Banyak pihak menyerukan evaluasi total terhadap pembangunan gedung pesantren agar tidak lagi terjadi musibah serupa.

Hingga kini, proses penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti runtuhnya bangunan yang menewaskan puluhan santri tersebut. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#pengasuh ponpes #bangunan ambruk #sidoarjo #Ponpes Al Khoziny #santri meninggal #Pondok Pesantren Al Khoziny