Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

MBG di Jawa Tengah Bisa Jadi Contoh Nasional, Dipuji BGN: Unggul Jumlah, Manajemen dan Pengawasan

Syahaamah Fikria • Selasa, 7 Oktober 2025 | 05:41 WIB

 

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat Rakor MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di GOR Jatidiri Semarang, Senin (6/10/2025).
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat Rakor MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di GOR Jatidiri Semarang, Senin (6/10/2025).

 

RADARSOLO.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov) Jateng atas keberhasilannya mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan Kepala BGN Dadan Hindayana usai menghadiri Rakor MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di GOR Jatidiri Semarang, Senin (6/10/2025).

Menurut dia, Jawa Tengah menjadi provinsi terbaik dan paling progresif dalam menjalankan program nasional pemenuhan gizi tersebut.

"Pak Gubernur Ahmad Luthfi ini luar biasa. Beliau langsung menelepon saya, meminta agar segera dilakukan rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah supaya program MBG ini aman, higienis, dan berkelanjutan," ujar Dadan.

Dadan mengatakan, inisiatif Gubernur Ahmad Luthfi mempertemukan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi contoh nyata sinergi yang efektif dalam pelaksanaan program gizi nasional.

Secara nasional, capaian Jawa Tengah dalam pelaksanaan MBG juga tercatat paling tinggi di Indonesia.

Dari total lebih dari 10.000 SPPG di 38 provinsi, Jateng telah mengoperasikan 1.596 SPPG. Atau sekitar 50 persen dari target nasional.

"Pelaksanaan program MBG di Jawa Tengah bukan hanya unggul dari sisi jumlah, tapi juga dari manajemen dan pengawasan pangan," jelas Dadan.

Ia menambahkan, selain memberikan manfaat gizi bagi anak-anak, program MBG juga berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

"Efeknya luar biasa, industri pangan lokal ikut tumbuh — dari pemasok sayur, beras, hingga produsen susu dan food tray," ungkapnya.

Ditambahkan Kepala BGN, suksesnya pelaksanaan MBG di Jateng menunjukkan bagaimana program nasional dapat berjalan efektif bila ada komitmen kuat di tingkat daerah.

"Kita mulai langkah koordinasi dari Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi menjadi inisiator luar biasa, dan pola ini akan kita teruskan ke provinsi lain," tutur Dadan.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan, rapat koordinasi ini digelar untuk memperkuat pengawasan pangan dan memastikan pelaksanaan MBG berjalan konsisten di seluruh kabupaten/kota.

"Harapan saya, kejadian-kejadian kemarin tidak terulang lagi. Program ini harus aman, higienis, dan berkelanjutan. Semua kepala daerah punya tanggung jawab moral untuk memastikan anak-anak kita mendapat makanan sehat setiap hari," tegasnya.

Ia juga memastikan Jawa Tengah siap menjadi provinsi percontohan nasional dalam sistem pengawasan dan pengelolaan dapur MBG.

"Hari ini kita sepakat, Jawa Tengah jadi percontohan nasional. Program MBG harus aman, higienis, dan berkelanjutan. Tidak boleh berhenti," pungkas Ahmad Luthfi. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#gubernur jateng #SPPG #Ahmad Luthfi #Mbg #jateng #Makan Bergizi Gratis #jawa tengah #BGN