RADARSOLO.COM – Setelah sukses menarik lebih dari 4.000 mahasiswa di Universitas Airlangga, Surabaya, Grab Indonesia kembali melanjutkan rangkaian Generasi Campus Roadshow 2025 ke kota kedua, Solo.
Kali ini, Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi tuan rumah dengan kehadiran lebih dari 1.700 mahasiswa pada Selasa (7/10/2025).
Mengusung tema "Passion in Action: Navigasi Potensi Diri", kegiatan ini mengajak Generasi Z Kota Solo untuk menggali dan menyalurkan passion mereka, sekaligus membahas dilema klasik antara mengejar passion atau mencari stabilitas hidup.
Empat sosok inspiratif hadir dalam acara ini, yakni Raditya Dika (penulis dan sutradara), Najwa Shihab (jurnalis dan founder Narasi), Nicholas Saputra (aktor), dan Jovial da Lopez (kreator konten).
Mereka berbagi pandangan bahwa passion dan stabilitas hidup bukan dua hal yang bertentangan, melainkan bisa saling melengkapi.
Kehadiran KGPAA Mangkoenagoro X dan Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto, turut menambah semarak acara.
Keduanya memberikan pesan motivasi tentang pentingnya menavigasi potensi diri di era yang serba cepat.
1. Diskusi Inspiratif: Passion vs Stabilitas Hidup
Lebih dari 1.700 mahasiswa memenuhi Auditorium GPH Haryo, UNS Solo untuk mengikuti sesi Dialog Generasi bersama Najwa Shihab, Raditya Dika, dan Nicholas Saputra.
Ketiganya membedah dilema yang sering dihadapi Gen Z, apakah harus bekerja sesuai passion atau memilih kestabilan hidup?
Raditya Dika menegaskan pentingnya menggeluti passion dengan ketulusan dan konsistensi.
"Kalau nggak ada bara di dada, nggak mungkin kita mau terus melakukan sesuatu. Apakah kita rela memberi waktu, punya rasa bangga, dan tetap semangat meski lelah," ujarnya.
"Saya menemukan passion di dunia menulis dan storytelling, tapi prosesnya juga butuh waktu. Take your time, jadikan passion itu hal yang membuat kamu mencintai hidup sepenuhnya. Jangan hanya definisikan diri lewat pekerjaan, tapi lewat skill yang kalian punya, karena di zaman sekarang kalian bisa jadi apapun yang kalian inginkan," imbuh Raditya.
Sementara Najwa Shihab menyoroti pentingnya passion yang lentur dan beradaptasi dengan zaman.
"Buat saya, passion tidak bisa kita jadikan sesuatu yang statis. Ada fase-fase di mana passion nggak selalu bisa menghidupi kita, tapi di situ pentingnya kita belajar untuk punya passion yang lentur. Passion bisa dibentuk, diukur, dan disesuaikan secara fleksibel pada setiap fase kehidupan kita," papar Najwa.
Nicholas Saputra menambahkan bahwa menemukan passion membutuhkan proses panjang.
Menurut dia, passion adalah gairah. Bisa membuat seseroang terus bersemangat dan merasa bangga dengan apa yang dilakukan.
Namun demikian, kata Nico, menemukan passion tidak instan karena ada proses panjang di dalamnya.
"Kadang kita baru sadar setelah mencoba banyak hal. Jadi, nggak apa-apa untuk eksplor, ikut komunitas, bergabung di berbagai kegiatan. Apalagi saat masih muda dan punya banyak energi. Coba banyak hal dan geluti dengan serius, karena passion itu perlu proses uji-coba sebelum benar-benar kita temukan," papar dia.
2. Un-Class Session: Belajar Langsung dari Ahlinya
Acara dilanjutkan dengan Un-Class Session, kelas tematik eksklusif yang menghadirkan tiga ikon tersebut sebagai mentor.
Najwa Shihab memandu kelas jurnalistik, Raditya Dika membahas teknik menulis, dan Nicholas Saputra berbagi pengalaman meniti karier di industri kreatif.
Dalam sesi ini, peserta bisa berdiskusi langsung, bertanya, dan mendapatkan insight nyata dari para pembicara.
Un-Class Session menjadi ruang nyaman bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi diri dan memahami makna passion secara mendalam.
Selain itu, peserta yang rata-rata merupakan Gen Z juga mendapat inspirasi nyata dari sosok-sosok yang telah membuktikan kiprahnya.
3. Creativity on Stage Bersama Jovial da Lopez
Sesi Creativity on Stage di Solo menghadirkan Jovial da Lopez sebagai "Teman Sefrekuensi".
Ia membagikan kisah perjalanan kariernya dari konten sederhana di media sosial hingga sukses di dunia hiburan.
Dia berhasil mengarahkan potensi diri untuk mewujudkan passion di tengah kondisi lingkungan yang penuh distraksi.
Berawal dari konten sederhana di platform media sosial hingga merambah ke dunia hiburan, perjalanan kariernya menjadi bukti bahwa setiap potensi dapat berkembang besar, jika diarahkan dengan tepat dan memiliki tujuan yang jelas.
"Passion is all about finding purpose untuk terus berkembang. Kadang kita gagal, kadang jatuh, tapi itulah bagian dari proses. The key is learning from every action, karena dari situ kita bisa terus leveling up from every action. Jadi jangan cuma berbuat, tapi juga belajar dari apa pun yang kita lakukan," ungkap Jovial.
Pesan ini mendapat sambutan hangat dari para Gen Z yang merasa terinspirasi untuk berani mencoba dan tidak takut gagal.
4. Grab: Platform Andalan Gen Z
Sebagai superapp dengan filosofi AI first with heart, Grab hadir sebagai daily support system bagi Gen Z.
Melalui layanan seperti GrabBike Hemat, Group Order, dan GrabFood Mandiri, Grab membantu anak muda menjalani hidup yang produktif, hemat, dan efisien.
Melinda Savitri, Country Marketing and Communications Head Grab Indonesia menjelaskan, lewat Generasi Campus Roadshow, Grab ingin menjadi teman sefrekuensi yang relevan dan inklusif.
"Kami ingin membantu anak muda menemukan dan menyalurkan passion mereka menjadi aksi nyata," kata dia.
Lanjut ke Lima Kota Besar
Setelah Surabaya dan Solo, Generasi Campus Roadshow 2025 akan berlanjut ke lima kota besar lainnya.
Yakni Bogor (Institut Pertanian Bogor), Makassar (Universitas Hasanuddin), Medan (Universitas Sumatera Utara), dan Bandung (Institut Teknologi Bandung).
Informasi terbaru mengenai kegiatan ini dapat diikuti melalui Instagram resmi @GrabID dan @narasi.tv. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria