RADARSOLO.COM – Viral kasus penipuan Bake n Grind yang ketahuan menjual roti dengan klaim palsu gluten free dan hasil repacking toko roti lain, publik kini penasaran. Sebenarnya apa itu gluten free dan mengapa klaim semacam ini bisa sangat berbahaya?
Isu ini mencuat usai seorang ibu muda, Felicia Elizabeth (@feliz88eliz), mengungkap anaknya mengalami reaksi alergi parah usai mengonsumsi roti yang diklaim bebas gluten dari Bake n Grind milik Felicia Novenna.
Hasil uji laboratorium justru menunjukkan produk tersebut mengandung gluten dan susu, padahal dijual dengan label gluten free, dairy free, dan vegan.
Kasus ini membuat banyak orang baru sadar bahwa label "gluten free" alias "bebas gluten" bukan sekadar tren gaya hidup, tapi bisa menjadi persoalan serius bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang memang tidak bisa mencerna gluten.
Apa Itu Gluten dan Mengapa Ada Makanan Gluten Free?
Gluten merupakan protein alami yang terdapat pada biji-bijian seperti gandum, barley (jelai), dan rye.
Zat ini berfungsi memberikan tekstur kenyal dan elastis pada adonan roti atau pasta.
Meski aman dikonsumsi oleh kebanyakan orang, gluten bisa menjadi zat berbahaya bagi penderita penyakit celiac atau mereka yang memiliki intoleransi gluten.
Karena itu, industri makanan mulai menciptakan varian gluten free, yakni makanan yang sama sekali tidak mengandung protein gluten.
Namun, banyak yang salah kaprah menganggap gluten free sebagai pola makan untuk menurunkan berat badan. Padahal diet ini tidak dianjurkan untuk orang sehat.
Sebab, makanan bebas gluten umumnya kekurangan nutrisi penting seperti zat besi, serat, dan vitamin B kompleks.
Bahaya Gluten untuk Penderita Alergi dan Celiac Disease
Dilansir dari Aladokter, efek samping gluten bagi orang-orang yang memiliki penyakit celiac atau intoleransi gluten, tidaklah main-main.
Pada pengidap penyakit celiac, sistem imun tubuh bereaksi secara berlebihan setiap kali mereka mengonsumsi makanan yang mengandung gluten.
Reaksi autoimun ini dapat merusak lapisan usus halus dan membuat tubuh kesulitan menyerap nutrisi penting dari makanan.
Akibatnya, berbagai gejala dapat muncul, seperti:
- Perut terasa kembung
- Diare atau gangguan pencernaan berkepanjangan
- Nyeri pada perut
- Penurunan berat badan drastis
- Tubuh mudah lelah dan lemas
- Anemia akibat kekurangan zat besi
- Risiko osteoporosis karena penyerapan kalsium terganggu
- Penyakit celiac dapat menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak.
Pada anak-anak, gejalanya sering berupa perut kembung, nyeri perut, berat badan sulit naik, bahkan menghambat proses tumbuh kembang.
Sementara itu, individu yang mengalami intoleransi gluten juga bisa merasakan efek serupa setelah mengonsumsi gluten, seperti kembung atau nyeri perut.
Bedanya, kondisi ini tidak sampai menimbulkan kerusakan pada dinding usus halus sebagaimana yang terjadi pada penderita celiac.
Menurut ahli gizi dan kesehatan, dr Dion Haryadi (@dionharyadi), gluten bisa menimbulkan reaksi berbahaya bagi orang dengan sensitivitas tinggi terhadap zat tersebut.
dr Dion menyebutkan sejumlah gejala yang sering muncul ketika penderita intoleransi gluten mengonsumsi makanan mengandung gluten.
"Mulai dari perut kembung, diare kronis, konstipasi, gatal-gatal di kulit, hambatan pertumbuhan pada anak-anak, dan bahkan kalau beneran alergi sama gandum bisa berisiko terjadi reaksi anafilaksis yang membahayakan jiwa," ungkapnya.
Kapan Seseorang Harus Menghindari Gluten?
Diet gluten free sebaiknya hanya dilakukan oleh:
- Penderita penyakit celiac (autoimun yang menyerang usus halus akibat gluten).
- Penderita intoleransi gluten (sensitivitas tinggi terhadap gluten tanpa autoimun).
- Orang dengan alergi gandum yang terdiagnosis oleh dokter.
Jika Anda tidak termasuk dalam kategori tersebut, tidak ada alasan medis untuk menghindari gluten.
Justru, menurut dr Dion, terlalu sering mengonsumsi makanan bebas gluten bisa membuat tubuh kekurangan protein, zat besi, dan serat.
Untuk diet sehat, masyarakat disarankan mengonsumsi biji-bijian utuh, nasi merah, sayuran, buah, dan protein rendah lemak agar asupan gizi tetap seimbang.
Kasus Bake n Grind Jadi Peringatan Publik
Kasus klaim paslu Bake n Grind menjadi peringatan keras bagi produsen dan konsumen.
Produsen harus jujur dan transparan, sementara pembeli perlu lebih kritis sebelum percaya pada label "gluten free" atau "vegan" di kemasan.
Sebab, seperti yang dialami keluarga Felicia dan korban-korban lain yang mulai speak up, satu label palsu bisa berakibat fatal bagi anak-anak dengan alergi berat. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria