RADARSOLO.COM- Dunia memperingati Hari Anak Perempuan Internasional setiap tanggal 11 Oktober.
Pada tahun 2025, perayaan ini mengangkat tema yang kuat dan relevan dengan kondisi global saat ini.
Yakni “The girl I am, the change I lead: Girls on the frontlines of crisis”.
Secara literal, tema ini diartikan sebagai “Anak perempuan itu aku, perubahan yang kupimpin: Anak-anak perempuan di garis depan krisis”.
Tema yang dipilih oleh para pemimpin organisasi perempuan dan jaringan ini merupakan seruan keras untuk mengakui peran serta kepemimpinan para anak perempuan di seluruh dunia.
Mereka berada di garis depan dalam menghadapi berbagai krisis global.
Mulai dari isu keadilan iklim, ketimpangan pendidikan, masalah kesehatan mental, hingga tuntutan untuk mengakhiri kekerasan.
Dikutip dari laman resmi UNICEF, tema ini menuntut agar anak perempuan dilihat bukan hanya dari tantangan yang mereka hadapi.
Tetapi lebih jauh sebagai jati diri mereka dan solusi yang mereka bawa untuk berbagai krisis. Seruan ini adalah kebalikan dari kondisi di mana suara mereka kerap diabaikan dan hak-hak mereka sering dikesampingkan.
Sejarah dan Makna Deklarasi PBB
Penetapan tanggal 11 Oktober sebagai Hari Anak Perempuan Internasional memiliki jejak sejarah yang panjang, bermula dari lahirnya Deklarasi Beijing pada 1995.
Dalam Konferensi Dunia tentang Perempuan di Beijing, negara-negara sepakat mengadopsi Deklarasi dan Platform Aksi Beijing.
Dokumen ini menjadi rancangan paling progresif untuk memajukan hak-hak perempuan, dan merupakan deklarasi pertama yang secara spesifik menyerukan hak-hak anak perempuan.
Secara resmi, 11 Oktober dideklarasikan sebagai Hari Anak Perempuan Internasional pada 19 Desember 2011, setelah Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadopsi Resolusi 66/170.
Tujuannya adalah memberikan pengakuan terhadap hak-hak unik yang dihadapi anak perempuan di skala global serta mempromosikan pemberdayaan dan pemenuhan hak asasi mereka.
Cara Mendukung Kepemimpinan Anak Perempuan
UNICEF dan PBB mengimbau masyarakat untuk turut memeriahkan momen 11 Oktober 2025.
Sekaligus memberikan dukungan nyata terhadap kepemimpinan anak perempuan.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
- Bagikan Kisah dan Rayakan Pencapaian: Perkuat suara mereka dengan membagikan kisah inspiratif anak perempuan di media sosial.
- Menciptakan Ruang Aman: Gunakan pengaruh yang dimiliki untuk menyediakan ruang di mana anak perempuan dapat berkoneksi, belajar, dan mendapatkan dukungan.
- Mendorong Kebijakan Pro-Perempuan: Turut serta menyuarakan seruan untuk kebijakan yang melindungi hak-hak dan kepemimpinan anak perempuan.
- Mendukung Pendanaan Khusus: Serukan pendanaan dan program yang memenuhi kebutuhan unik anak perempuan dalam situasi krisis, termasuk kesehatan, pendidikan, kesejahteraan mental, dan dukungan bagi ibu remaja. (*)