RADARSOLO.COM – Polisi bersenjata lengkap dari tim Resmob Polda Metro Jaya menggerebek rumah kuning dua lantai di di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, yang menjadi lokasi penyekapan dan penganiayaan tiga pria.
Peristiwa ini mencuat setelah rekaman video berisi aksi penyiksaan beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, tampak tiga pria berjejer saling memunggungi dan mengoleskan obat seperti salep ke luka di punggung masing-masing.
Di sekitar mereka, dua pria tampak berdiri dan duduk sambil memberi perintah keras.
Salah satu dari pria yang duduk terdengar memerintahkan dengan nada tinggi.
“Dulu saya diberikan lebih parah dari ini... jebretin semua, usap semua. Nah, usapin, iya.”
Ucapan itu seolah menegaskan adanya penyiksaan yang dilakukan secara sadar dan berulang.
Bermula dari Transaksi Mobil
Menurut keterangan yang beredar, ketiga korban awalnya datang ke kawasan Pondok Aren untuk melakukan transaksi jual beli mobil.
Namun, bukannya menyelesaikan urusan, mereka justru dibawa ke rumah dua lantai tersebut oleh sekelompok orang tak dikenal.
Di tempat itulah para korban mengalami penyekapan dan penganiayaan selama berjam-jam.
Ketua RT 14 Pondok Aren, Airlangga, membenarkan bahwa rumah itu menjadi lokasi penggerebekan pada Selasa malam (14/10/2025).
“Saya dijemput sekitar pukul 20.30 malam. Para pelaku sudah diamankan saat saya sampai di sana. Hanya menyaksikan penggeledahan saja,” ujarnya.
Ia menambahkan, total ada lima orang yang diamankan dalam penggerebekan tersebut, termasuk satu perempuan yang diduga istri pelaku utama.
“Tiga orang lainnya korban penyekapan, dua pelaku, dan satu di antaranya perempuan,” jelas Airlangga.
Penggerebekan Polisi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Ade Ary Syam Indradi mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menangkap para pelaku.
“Dalam waktu singkat pelaku sudah diamankan oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya kemarin siang. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).
Sementara itu, Kapolsek Pondok Aren Kompol Anne Rose menyebut kasus ini ditangani langsung oleh tim Resmob Polda Metro Jaya.
“Kami tidak menerima laporan resmi. Semua penanganan ada di Polda,” ujarnya singkat.
Rumah 2 Lantai Jadi Lokasi Mencekam
Dari luar, rumah yang berwarna kuning pucat itu tampak seperti rumah biasa.
Namun malam itu, suasana berubah tegang saat puluhan polisi bersenjata lengkap menggerebek lokasi sekitar pukul 20.30 WIB.
Ketua RT Airlangga yang turut mendampingi proses penggeledahan mengatakan, petugas bekerja hampir satu jam memeriksa seluruh ruangan.
“Barang bukti ditemukan di salah satu kamar. Ada seragam polisi, airsoft gun, dan peluru. Semuanya langsung diamankan,” ungkapnya.
Dari hasil penelusuran warga, rumah tersebut sebelumnya milik seorang pria bernama Nanang yang kini pindah ke luar kota.
Bangunan itu kini ditempati anaknya, Adit, yang dikenal memiliki sejumlah anak buah.
Video Penyiksaan Jadi Bukti Awal
Polisi menemukan video penyiksaan dari ponsel salah satu pelaku saat penggerebekan berlangsung.
Rekaman itu memperlihatkan ketiga korban disuruh saling mengoleskan balsam di luka mereka.
“Saya sempat ditunjukkan videonya, tapi cuma sebentar. Isinya sadis,” kata Airlangga.
Ketiga korban berhasil diselamatkan dalam kondisi lemah.
Mereka kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga kini, motif penyekapan dan penganiayaan tersebut masih didalami pihak kepolisian.
Tak Curiga
Lebih lanjut, Airlangga mengaku tidak pernah menaruh curiga terhadap penghuni rumah itu sebelumnya.
“Selama ini terlihat normal. Tapi setelah tahu ada penyekapan, warga jadi kaget semua. Ini jadi pelajaran supaya kami lebih peka terhadap lingkungan sekitar,” ucapnya.
Polisi hingga kini masih mendalami dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk asal-usul senjata dan seragam polisi yang ditemukan di rumah tersebut. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria