RADARSOLO.COM - Politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni, akhirnya kembali muncul di hadapan publik usai menghilang sejak akhir Agustus 2025.
Kemunculannya mencuri perhatian warganet karena ia resmi diwisuda sebagai Doktor Ilmu Hukum, Selasa (14/10/2025).
Momen tersebut berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, dan langsung viral di media sosial.
Dalam unggahan yang dibagikan oleh akun X @somexthread, diketahui Ahmad Sahroni lulus S3 Doktor Ilmu Hukum dengan judul disertasi "Pemberantasan Korupsi Melalui Prinsip Ultimum Remidium: Suatu Strategi Pengembalian Kerugian Keuangan Negara".
Dalam cuplikan video yang beredar, kemunculan Ahmad Sahroni mendapat sambutan tepuk tangan dan sorak gembira dari para dosen serta peserta wisuda lainnya.
Hal tersebut terjadi kala nama, foto, dan disertasi Sahroni ditampilkan pada layar tempat acara wisuda yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta Pusat.
Sahroni terlihat memakai jubah toga hitam merah kala dipanggil untuk mengikuti prosesi wisuda S3.
Ia tampak tersenyum dan memberi hormat kepada rektor sebelum menjabat tangannya.
Tak berhenti di situ, ia juga menyalami para jajaran dosen sambil sedikit berbincang dan mendapat pelukan sebelum ijazahnya diberikan.
Banyak yang penasaran, Ahmad Sahroni lulus S3 dari kampus mana?
Ahmad Sahroni Lulus S3 dari Kampus Apa?
Berdasarkan informasi yang beredar, Ahmad Sahroni menempuh pendidikan S3 di Universitas Borobudur. Ia berhasil mendapat gelar Doktor Ilmu Hukum.
Dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Borobudur Tahun Akademik 2024/2025 yang dipimpin oleh Ketua MPR RI ke-15 Bambang Soesatyo, total ada 594 wisudawan dari berbagai jenjang: diploma, sarjana, magister, dan doktor.
Selain Ahmad Sahroni, sejumlah tokoh politik dan pejabat juga turut diwisuda, di antaranya:
-
Politikus PKS Hamid Noor
-
Politikus PDIP Trimedya Panjaitan
-
Bupati Banyuasin Askolani
-
Kepala Lembaga Pertahanan Unhan Mayjen TNI AD Endro Satoto
-
Mantan Ketua Umum Komnas Anak Hery Chariansyah
-
Kajari Tanjung Perak Ricky Setiawan Anas
-
Wakajati Maluku Utara Taufan Zakaria
-
Karokespol Pusdokkes Polri Brigjen Pol I Gusti Gede Maha Andika
Profil Universitas Borobudur
Universitas Borobudur (UNBOR) merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi yang populer di Jakarta.
Perguruan tinggi yang telah berdiri sejak tahun 1981 itu, dibangun oleh Yayasan Pendidikan Borobudur (YPB), sebuah lembaga berbadan hukum yang dibangun dengan Akta Notaris Raden Imam Soesatyo Prawirokoesoemo No. 5 Tahun 1971.
Melansir dari situs resmi universitas, sebelum mendirikan pendidikan tinggi, YPB tercatat berhasil mengelola tiga akademi antara lain Akademi Akuntansi, Akademi Keuangan dan Perbankan, hingga Akademi Bahasa Asing pada tahun 1972.
Di tahun akademik 1981–1982, UNBOR mulai mengawali perjalanan akademiknya. Perguruan tinggi ini resmi membuka tujuh program studi Sarjana (S-1), yang mencakup bidang Ekonomi, Teknik, Pertanian, hingga Hukum.
Seiring berjalannya waktu, Universitas Borobudur mulai memperluas cakupan keilmuan dengan menambah beberapa program teranyar, di antaranya yaitu:
1. Magister Manajemen (1995)
2. Ilmu Komputer (1997)
3. Doktor Ilmu Ekonomi (2000)
4. Sistem Komputer dan Sistem Informasi (2000)
5. Teknik Industri (2003)
6. Magister Hukum (2004)
7. Doktor Ilmu Hukum (2010).
Tercatat, hingga tahun akademik 2023–2024, UNBOR telah mengelola sebanyak 18 program studi aktif yang terdiri dari 2 program Diploma (D-III), 13 program Sarjana (S-1), 2 program Magister (S-2), dan juga 2 program Doktor (S-3).
Berdasarkan data yang tercantum dalam situs resminya, kini jumlah mahasiswa aktif UNBOR ada sekitar 4.000 orang dan lebih dari 300 dosen tetap dan tidak tetap.
Tak hanya di satu lokasi, UNBOR berada di tiga titik strategis di wilayah Jakarta Timur. Di antaranya Kampus A di Jalan Raya Kalimalang No. , Kampus B di Jalan Slamet Riyadi No. 5, dan Kampus C di Jalan Pemuda No. 7, Rawamangun.
Seluruh program studi di Universitas Borobudur sudah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Bahkan sebelum diberlakukannya sistem akreditasi, program-program di UNBOR sudah berstatus "Disamakan" dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Menurut catatan terakhir di tahun 2023, UNBOR dan akademi yang berada di bawah naungan YPB berhasil meluluskan lebih dari 40.000 mahasiswa, termasuk 253 Doktor Ilmu Ekonomi serta 202 Doktor Ilmu Hukum.
Melansir laman Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PPDikti), saat ini Universitas Borobudur memegang akreditasi Unggul.
Adapun perkiraan biaya kuliah di Universitas tempat Ahmada Sahroni menimba ilmu S3 ini antara Rp600 ribu hingga Rp30 juta, tergantung pada program yanh diambil.
Demikian tadi informasi mengenai Ahmad Sahroni lulus S3 dari kampus apa. Diketahui, ia lulus dengan gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Borobudur Jakarta.(np)
Editor : Nur Pramudito