RADARSOLO.COM – Usai Patrick Kluivert resmi berpisah dengan PSSI, jagat maya langsung bergerak cepat mencari siapa sosok yang layak menakhodai Timnas Indonesia.
Di tengah derasnya spekulasi, satu nama mencuat dan viral. Yakni Jesús Casas García, pelatih asal Spanyol yang baru saja meninggalkan kursi kepelatihan Timnas Irak.
Menariknya, bukan cuma media atau pengamat yang sibuk membahasnya.
Netizen Indonesia justru punya cara unik untuk “merayu” Jesus Casas agar mau melatih skuad Garuda.
Lewat kolom komentar di akun Instagram pribadinya, netizen ramai-ramai menulis pesan jenaka, ajakan, bahkan godaan agar Casas datang ke Indonesia.
Netizen Lancarkan Rayuan ke Jesus Casas
Kreativitas netizen Indonesia memang tiada tanding. Mereka membanjiri kolom komentar di akun Instagram Jesus Casas dengan ajakan ke Indonesia.
Ada yang bernada serius, tapi banyak pula yang diselingi canda receh khas netizen.
"Monggo masuk mas ke indo,, pak petrik wes pamit," komen @iam*****.
"Ada lowongan di Indonesia Pak Jesus..coba apply sapa tau rejeki," tulis @abu*****.
"Mau di jemput atau brangkat sendiri bg," kata @per*****.
Bahkan, ada pula netizen yang memberikan "rayuan" jika telah mem-follow Jesus Casas, hingga ada yang mengimingi-imingi jika akun sang pelatih bisa langsung centang biru jika latih Timnas.
"Coach udah follow, yuk ke Indonesia," komen @ira*****.
"Come on goo to indonesia coach , auto centang biru klo lo ngltih indo menn come on bawa sejarah baru buat indo," tulis @elm******.
Dari Barcelona ke Basra: Jejak Kepelatihan Jesus Casas
Jesús Casas García lahir di Spanyol, 23 Oktober 1973. Ia dikenal sebagai sosok pelatih berpengalaman dengan jam terbang internasional tinggi.
Sebelum menjadi pelatih kepala Irak, Casas sempat menjadi asisten pelatih di FC Barcelona dan tim nasional Spanyol di era Luis Enrique dan Robert Moreno.
Kariernya dimulai pada usia muda, 29 tahun, saat menangani tim muda Cádiz CF.
Setelah itu ia bekerja sebagai analis di SD Eibar dan Barcelona B.
Berkat ketajaman analisisnya, Casas dipercaya menjadi pencari bakat utama Barcelona sebelum akhirnya naik kelas menjadi asisten di tim nasional Spanyol (2018–2022).
Puncak kariernya datang ketika Federasi Sepak Bola Irak (IFA) menunjuknya sebagai pelatih kepala pada 5 November 2022 dengan kontrak empat tahun senilai USD 1 juta per tahun.
Bawa Irak Pecah Rekor, Tapi Berakhir Pahit
Debutnya bersama Irak berlangsung manis. Pada Desember 2022, Casas memimpin skuad Singa Mesopotamia menjuarai Piala Teluk Arab 2023, setelah menang dramatis 3-2 atas Oman di final.
Ini sekaligus menjadi gelar pertama Irak sejak 1988.
Capaian terbaiknya berlanjut di Piala Asia 2023 di Qatar, ketika Irak menumbangkan Jepang 2-1 di fase grup.
Kemenangan itu memutus rekor tak terkalahkan Jepang di fase grup sejak 1988.
Namun langkah mereka kandas di babak 16 besar setelah kalah 2-3 dari Yordania.
Meski sempat bersitegang dengan beberapa jurnalis lokal, Casas tetap mendapat dukungan federasi.
Dia bahkan sempat bertemu langsung dengan Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia' Al Sudani, yang memberi dukungan penuh.
Sayangnya, masa indah itu tak bertahan lama. Kekalahan Irak dari Palestina (1-2) dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi titik balik.
IFA memecat Casas dan seluruh stafnya pada 15 April 2025. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria