Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Lakukan 9 Amalan Sunah Sebelum Salat Jumat, Lengkapi Ibadah agar Penuh Berkah dan Dapat Pahala Berlipat

Nur Pramudito • Jumat, 17 Oktober 2025 | 18:03 WIB
Lakukan 9 Amalan Sunah Sebelum Salat Jumat, Lengkapi Ibadah agar Penuh Berkah dan Dapat Pahala Berlipat
Lakukan 9 Amalan Sunah Sebelum Salat Jumat, Lengkapi Ibadah agar Penuh Berkah dan Dapat Pahala Berlipat

RADARSOLO.COM  – Hari Jumat adalah waktu istimewa bagi umat Islam, karena di dalamnya terdapat limpahan rahmat dan ampunan dari Allah Swt.

Salah satu cara untuk meraih keberkahan di hari penuh kemuliaan ini adalah dengan menunaikan Salat Jumat disertai berbagai amalan sunah sebelum salat.

Dirangkum dari NU Online, berikut sembilan amalan sunah yang bisa diamalkan sebelum Salat Jumat agar ibadah makin sempurna:

1. Mandi Sebelum Salat Jumat

Umat Islam dianjurkan untuk mandi sebelum melaksanakan Salat Jumat, waktunya dimulai sejak terbit fajar hingga sebelum salat dilaksanakan.

Meskipun termasuk amalan sunah, mandi ini bukan merupakan syarat sah Salat Jumat, sehingga tidak menjadi masalah apabila seseorang tidak sempat melakukannya.

Anjuran ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra.

Artinya: Dari Ibnu Umar ra, Rasulullah saw bersabda, apabila salah seorang di antara kalian mendatangi salat Jumat, maka hendaklah ia mandi (HR Bukhori dan Muslim).

2. Memotong Kuku dan Kumis

Sebelum Salat Jumat, disunahkan memotong kuku dan kumis, sebagaimana bersumber dari Abu Jafar yang diambil dari kitab Assunanul Kubro.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ أَنْ يَأْخُذَ مِنْ شَارِبِهِ وَأَظَافِرِهِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ

Artinya: Nabi saw biasa mencukur kumis dan kukunya di hari Jumat (HR Imam Al-Baihaqi).

3. Mengenakan Pakaian Putih, Rapi, dan Bersih

Di antara kesunnahan bagi umat Islam saat hendak menunaikan Salat Jumat adalah mengenakan pakaian berwarna putih.

Pakaian putih yang bersih dan suci mencerminkan pengamalan terhadap sunah Nabi Muhammad Saw.

Selain itu, mengenakan pakaian putih juga menjadi pengingat akan akhir kehidupan manusia di dunia, yaitu kain kafan.

Anjuran ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Artinya: Kenakanlah pakaian warna putih karena pakaian tersebut lebih bersih dan paling baik. Kafanilah pula orang yang mati di antara kalian dengan kain putih. (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

4. Memakai Parfum atau Wewangian

Sesudah mandi, memotong kuku, mencukur kumis, dan mengenakan pakaian putih, amalan sunah berikutnya adalah memakai wewangian pada tubuh maupun pakaian.

Namun, perlu diperhatikan bahwa parfum atau wewangian yang digunakan harus berasal dari bahan yang suci.

Anjuran untuk menggunakan wewangian ini disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

Artinya: Hari ini (jumat) adalah hari raya yang dijadikan Allah swt untuk umat Islam. Bagi siapa yang ingin melaksanakan salat Jumat, hendaklah mandi, memakai wangi-wangian kalau ada, dan menggosok gigi (siwak) (HR: Ibnu Majah).

5. Membaca Doa Saat Keluar Rumah

Membaca doa ketika hendak keluar rumah sebenarnya bukan hanya disunahkan pada hari Jumat saja, melainkan setiap kali seseorang meninggalkan rumah.

Doa yang dibaca akan menjadi sumber keberkahan, baik bagi yang memanjatkannya maupun bagi orang lain yang didoakan.

Salah satu doa yang paling ringkas ketika keluar rumah menuju masjid adalah sebagai berikut.

Bismillahi tawakkaltu alallah, laa haulaa walaa quwwata illaa billaah.

Artinya: Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.

6. Segera Menuju Masjid

Apabila tidak ada kesibukan lain, dianjurkan untuk segera berangkat ke masjid guna menunaikan amalan-amalan sebelum Salat Jumat.

Imam al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah menjelaskan, tidak terlambat ke masjid termasuk salah satu keutamaan Salat Jumat.

Beliau juga menerangkan bahwa jarak kedekatan seseorang dalam melihat Allah Swt di hari kiamat bergantung pada seberapa cepat ia datang ke Salat Jumat—semakin awal hadir, semakin dekat kedudukannya di sisi Allah.

Sejak terbit fajar di hari Jumat, umat Islam dianjurkan untuk segera menuju tempat salat.
Orang yang berangkat lebih awal akan memperoleh pahala lebih besar dibandingkan mereka yang datang setelahnya.

Anjuran ini berlaku bagi makmum, sedangkan bagi imam disunahkan datang menjelang waktu khutbah, mengikuti sunah Rasulullah Saw.

Anjuran ini berdasar sabda Nabi:

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْأُولَى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً ، فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

Artinya: Barangsiapa yang mandi seperti mandi junub pada hari Jumat, kemudian pada waktu pertama ia berangkat Jumat, maka seakan ia berkurban unta badanah. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu kedua, seakan berkurban sapi. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu ketiga, seakan berkurban kambing yang bertanduk. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu keempat, seakan berkurban ayam. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu kelima, seakan berkurban telur. Saat imam keluar berkhutbah, malaikat hadir seraya mendengarkan khutbahnya (HR Bukhari dan Muslim).

7. Masuk Masjid dengan Kaki Kanan dan Niat I’tikaf

Setiba di masjid, disunahkan untuk masuk dengan mendahulukan kaki kanan.

Saat dalam perjalanan menuju masjid, hendaknya juga membaca doa agar memperoleh pahala dan rida Allah Swt.

Setelah memasuki masjid, jangan lupa berniat untuk iktikaf sehingga setiap amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya akan bernilai pahala berlipat ganda, sebagai berikut.

Nawaitu I’tikaafa fii hadzal masjid sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat itikaf di dalam masjid, sunnah karena Allah ta’ala.

8. Salat Sunah Tahiyatul Masjid

Ketika memasuki masjid, umat Islam disunahkan melaksanakan Salat Tahiyatul Masjid.

Ibadah sunah dua rakaat ini dikerjakan sebelum duduk dan menunggu pelaksanaan Salat Jumat, sebagaimana disebutkan dalam hadis.

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِ

Artinya: Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia salat dua rakaat sebelum dia duduk (HR Bukhari dan Muslim).

Salat sunah Tahiyatul Masjid dapat dilaksanakan dalam bentuk salat sunah wudu atau rawatib, selama dilakukan sebelum duduk di masjid.

Ibadah ini tidak memerlukan niat khusus, karena tidak terdapat hadis yang secara spesifik menjelaskan tentang Tahiyatul Masjid.

Penamaan salat ini diberikan oleh para ulama untuk menandai ibadah setelah masuk masjid.

9. Diam dan Fokus Saat Khutbah

Ketika sudah berada di dalam masjid, umat Islam dianjurkan untuk menjaga ketenangan, tidak banyak berbicara, serta memperbanyak doa dan zikir.

Bahkan, saat khatib telah naik mimbar dan memulai khutbah, jamaah dilarang mengucapkan sepatah kata pun.

Apabila seseorang tetap berbicara pada saat itu, maka pahala Salat Jumat yang dikerjakannya dapat menjadi sia-sia.

Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ: (أَنْصِتْ) وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ

Artinya: Jika kamu berkata kepada temanmu, "Diamlah" sementara imam sedang berkhutbah di hari jumat, sungguh ia telah berbuat sia-sia (HR Bukhari dan Muslim).

Demikian sembilan amalan sunah yang dapat diamalkan sebelum menunaikan Salat Jumat.

Meskipun hukumnya tidak wajib, pelaksanaan amalan-amalan tersebut akan melengkapi Salat Jumat.(np)

Editor : Nur Pramudito
#Amalan #Jumat #salat jumat #Sunah #Amalan Sunah