Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Apa Jasa Gibran untuk Masyarakat Ternate? Ini Makna Gelar Kaicil Kastela dari Kesultanan Ternate untuk Sang Wapres

Syahaamah Fikria • Senin, 20 Oktober 2025 | 01:03 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka mengikuti prosesi pemberian gelar kehormatan Kaicil Kastela dari Kesultanan Ternate.
Wapres Gibran Rakabuming Raka mengikuti prosesi pemberian gelar kehormatan Kaicil Kastela dari Kesultanan Ternate.
 

RADARSOLO.COM – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka resmi menerima gelar kehormatan Kaicil Kastela dari Kesultanan Ternate, Maluku Utara, Kamis (16/10/2025).

Gelar itu bukan sembarangan. "Kaicil" merupakan gelar bangsawan tertinggi di Ternate, sementara “Kastela” diberikan kepada sosok yang dianggap berjasa membangun kota dan membawa kemajuan bagi masyarakat.

Penganugerahan dilakukan langsung oleh Sultan Ternate ke-49, Hidayatullah Sjah, dalam prosesi adat penuh makna di Kedaton Kesultanan Ternate.

Gibran tampak diarak menggunakan tandu tradisional menuju ruang utama kedaton dengan mengenakan busana adat Manteren Lamo warna hitam, simbol wibawa dan kehormatan.

Setibanya di halaman kedaton, disuguhkan Tarian Soya-Soya untuk menyambut kedatangan putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu.

Ritual dilanjutkan dengan Joko Kaha, upacara adat injak tanah sebagai simbol penerimaan resmi oleh masyarakat adat Ternate.

Gelar Kehormatan Kaicil Kastela

Suasana sakral terasa saat Sultan Hidayatullah memimpin pembacaan teks penobatan di Ruang Foris Lamo, ruang bersejarah peninggalan leluhur Kesultanan.

Dalam momen itu, Sultan menyematkan Dastar Ngungare, penutup kepala khas Ternate, serta pin kehormatan kepada Gibran sebagai tanda resmi penyematan gelar.

“Kaicil Kastela, Insya Allah Bapak selepas dari kamar puji, ditinggikan derajatnya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di muka bumi. Amin ya Rabbal ’Alamiin,” ujar Sultan menutup doa penobatan.

Menurut Sultan Hidayatullah, pemberian gelar ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan semangat kepemimpinan Gibran yang dianggap membawa energi muda, inovasi, serta kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan masyarakat daerah.

“Tokoh-tokoh yang baktinya luar biasa kepada negara, kami berkenan untuk menganugerahkan gelar adat sebagai tanda penghargaan,” ungkap Sultan.

Respons Gibran

Usai prosesi, Gibran mengungkapkan rasa harunya. Ia menyebut gelar itu sebagai bentuk kehormatan yang sangat berharga.

“Saya merasa seperti di kampung sendiri. ujar Gibran dikutip dari TribunTernate.com.

Menurut dia, gelar adat ini menjadi pengingat dirinya untuk terus menjaga silaturahmi dan memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat Ternate.

Ia juga berkomitmen untuk lebih sering mengunjungi Maluku Utara di masa mendatang sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya Nusantara. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#ternate #wapres #gibran rakabuming raka #gelar kehormatan #kesultanan