RADARSOLO.COM — Cuaca panas yang belakangan ini dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia belum sepenuhnya berakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu udara tinggi masih berpotensi terjadi hingga pekan depan, meski peluang hujan mulai meningkat di beberapa daerah pada periode 19–23 Oktober 2025.
Fenomena suhu panas menyengat ini merupakan dampak dari peralihan musim kemarau ke musim hujan, di mana gerak semu matahari kini berada sedikit di selatan ekuator.
Kondisi tersebut membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, menerima pemanasan sinar matahari yang lebih intens.
Selain itu, pengaruh Monsun Australia turut memperkuat udara kering dan panas di sejumlah wilayah.
Dalam beberapa hari terakhir, BMKG mencatat suhu maksimum mencapai 38°C di beberapa daerah seperti Karanganyar (38,2°C), Majalengka (37,6°C), Boven Digoel (37,3°C), dan Surabaya (37,0°C).
Hujan Lokal Mulai Muncul di Sore hingga Malam Hari
Meski siang hari terasa terik, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi turun di sore atau malam hari akibat aktivitas awan konvektif lokal.
Hal ini menjadi ciri khas masa transisi dari kemarau menuju musim hujan.
Beberapa wilayah yang telah mengalami hujan deras antara lain Belawan (117,6 mm/hari), Deli Serdang (110,4 mm/hari), dan Kapuas Hulu (88,4 mm/hari).
BMKG menyebut, kondisi atmosfer yang labil membuat potensi pembentukan awan hujan tetap tinggi di banyak wilayah, terutama di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Maluku, dan Papua.
Prakiraan Cuaca 19–23 Oktober 2025
Menurut BMKG, cuaca pada periode ini secara umum berawan hingga hujan ringan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Namun, beberapa daerah perlu waspada terhadap hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi:
- Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung.
- Jawa dan Bali: Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
- Kalimantan: Tengah, Timur, dan Utara.
- Nusa Tenggara: NTB dan NTT.
- Sulawesi: Utara, Tengah, Selatan, dan Gorontalo.
- Maluku dan Papua: Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, hingga Papua Selatan.
Kategori siaga hujan lebat–sangat lebat diperkirakan terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Barat.
Sedangkan angin kencang berpotensi di Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, NTT, dan Papua Selatan.
BMKG Imbau Tetap Waspada dan Jaga Kondisi Tubuh
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Cuaca panas dan terik bisa masih terasa pagi hingga siang, sementara sore hingga malam berpotensi hujan deras disertai angin kencang,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Untuk itu, BMKG memberikan sejmlah saran dan imbauan kepada masyarakat:
- Menghindari paparan sinar matahari langsung dalam durasi lama.
- Menjaga kecukupan cairan tubuh dan menggunakan pelindung diri seperti topi atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.
- Waspada terhadap potensi banjir, genangan, dan tanah longsor akibat hujan lebat.
- Memantau secara berkala informasi cuaca terkini melalui situs web resmi, aplikasi InfoBMKG, atau akun media sosial @infoBMKG.
Dengan kondisi atmosfer yang masih dinamis, BMKG menegaskan bahwa kombinasi suhu panas dan potensi hujan lebat merupakan fenomena umum di masa transisi.
Masyarakat diimbau untuk tetap siaga menghadapi perubahan cuaca yang cepat dan tidak menentu selama beberapa hari ke depan. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria