RADARSOLO.COM - Tanggal 21 Oktober 2025 akan menjadi momen istimewa bagi umat Hindu, Sikh, dan Jain di seluruh dunia. Hari tersebut menandai perayaan Diwali 2025 atau Festival Cahaya, salah satu hari raya keagamaan paling besar dan penuh warna.
Diwali, yang juga dikenal sebagai Deepavali, berasal dari kata Sansekerta deepa (cahaya) dan avali (barisan), yang berarti “deretan cahaya”.
Perayaan ini menjadi simbol kemenangan kebaikan atas kejahatan dan cahaya atas kegelapan, serta menandai datangnya tahun baru dalam kalender Hindu.
Di berbagai belahan dunia, jutaan umat Hindu menyalakan diyas atau lampu minyak kecil di rumah dan tempat ibadah sebagai lambang pencerahan batin dan harapan baru.
Selain umat Hindu, umat Sikh dan Jain juga turut memperingatinya dengan makna dan sejarah berbeda.
Bagi umat Hindu, Diwali mengenang kembalinya Dewa Rama dan Sita ke Ayodhya setelah 14 tahun masa pengasingan, sekaligus kemenangan Dewi Durga atas raksasa Mahisha.
Sementara bagi umat Sikh, Diwali menandai pembebasan Guru Hargobind Singh dari penjara pada tahun 1619.
Adapun umat Jain memperingatinya sebagai hari ketika Dewa Mahavira mencapai Moksha atau pencerahan abadi.
Tahun ini, Diwali 2025 jatuh pada 21 Oktober, bersamaan dengan hari Selasa.
Perayaan biasanya berlangsung selama lima hari berturut-turut, antara pertengahan Oktober hingga pertengahan November.
Tak Masuk Hari Libur Nasional
Meski menjadi momen keagamaan besar, pemerintah Indonesia tidak menetapkan Diwali sebagai hari libur nasional, sesuai Surat Keputusan Bersama atau SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025.
Selama perayaan, umat yang merayakan Diwali akan membersihkan rumah, menghias dengan rangoli berwarna-warni, serta menyalakan lampu dan lilin di setiap sudut rumah.
Hari ketiga biasanya menjadi puncak perayaan, di mana umat mengenakan pakaian terbaik, berdoa kepada Dewi Lakshmi—simbol kemakmuran dan keberuntungan—serta menyalakan kembang api dan menikmati hidangan khas Diwali.
Selain itu, masyarakat juga melakukan tradisi saling bertukar hadiah dan makanan, hingga membeli emas dan perak yang dipercaya membawa keberuntungan di tahun baru.
Di Indonesia sendiri, perayaan Diwali terasa meriah di wilayah dengan komunitas Hindu yang besar, seperti Kampung Madras atau Little India di Medan, Sumatera Utara.
Warga di wilatah tersebut akan menyalakan lampu, mengenakan busana tradisional, dan berkumpul untuk berdoa bersama.
Meski tak masuk kalender libur nasional, semangat Diwali tetap menjadi pesan universal.
Bahwa dalam kehidupan, cahaya dan kebaikan akan selalu mengalahkan kegelapan dan kejahatan. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria