Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Rumah Pensiun Jokowi di Colomadu Belum Bisa Dihuni Tahun 2025 Ini, Apa Penyebabnya?

Syahaamah Fikria • Kamis, 23 Oktober 2025 | 03:14 WIB

Rumah pensiun Presiden Ke-7 RI Joko Widodo di Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar yang masih tahap pembangunan, Rabu (22/10/2025). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Rumah pensiun Presiden Ke-7 RI Joko Widodo di Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar yang masih tahap pembangunan, Rabu (22/10/2025). (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Sudah setahun berlalu sejak Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) meninggalkan Istana Negara, namun rumah pensiun yang disiapkan negara untuknya di Colomadu, Karanganyar, ternyata belum siap huni.

Pantauan lapangan pada Senin (20/10/2025) menunjukkan, kompleks rumah seluas 1,2 hektare di Jalan Adi Sucipto, Desa Blulukan, Colomadu itu masih tertutup pagar seng tinggi sekitar 2,5 meter.

Aktivitas para pekerja dan kendaraan pengangkut material masih terlihat keluar-masuk melalui dua akses gerbang di sisi depan.

Dari balik pagar, terlihat sejumlah pepohonan baru tumbuh setinggi 1 hingga 1,5 meter.

Bangunan utama berdiri di bagian belakang area, sementara di tengah terdapat pendopo besar yang membentang memanjang ke arah selatan.

Kepala Desa Blulukan, Slamet Wiyono, membenarkan bahwa proses penyelesaian proyek rumah pensiun Jokowi belum rampung sepenuhnya.

“Informasi terakhir yang kami terima, progresnya sudah sekitar 90 persen. Masih tahap finishing,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).

Menurut Slamet, meski secara fisik hampir selesai, rumah tersebut belum bisa langsung ditempati oleh ayahnda Wapres Gibran Rakabuming Raka itu.

“Masih perlu waktu untuk penyempurnaan. Kemungkinan baru siap dihuni tahun depan, sekitar 2026,” imbuhnya.

Selain itu, pembangunan pagar juga sudah berjalan sekitar 50 persen.

Ia menuturkan, sejak awal proyek dimulai, pemerintah desa tidak banyak dilibatkan dalam proses pembangunan.

Koordinasi dilakukan langsung antara Sekretariat Negara dan kontraktor pelaksana PT Tunas Jaya Sanur.

“Kami hanya sebatas memberikan izin wilayah. Waktu ground breaking pun tidak ada undangan untuk desa atau camat,” katanya. (rud/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#karanganyar #colomadu #jokowi #rumah pensiun jokowi