RADARSOLO.COM - Nama Eliano Reijnders kini jadi sorotan publik sepak bola tanah air. Bukan hanya karena kiprahnya yang impresif bersama Persib Bandung dan Timnas Indonesia, tapi juga lantaran sempat disentil oleh Jeong Seok Seo alias Jeje yang kemudian tuai kontroversi.
Ya, mantan penerjemah Shin Tae-yong itu dalam sebuah podcast sempat menuding Eliano sebagai penyebab kekalahan skuad Timnas Indonesia atas Bahrain dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia ronde 3.
Belakangan, Jeje akhirnya membuat klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf usai pernyataannya yang menuding Eliano itu menuai kritik tajam dan amarah dari para pecinta sepak bola Indonesia.
Tak hanya itu, Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak pun langsung pasang badan, membela anak asuhnya tersebut.
Bahkan, Hodak juga memuji habis-habisan Eliano sebagai salah satu rekrutan terbaiknya musim ini.
Profil Eliano Reijnders
Lahir pada 23 Oktober 2000, Eliano tumbuh di lingkungan yang sarat dengan nuansa sepak bola.
Ia merupakan putra dari Martin Reijnders, mantan pemain dan asisten pelatih PEC Zwolle, klub yang sama tempat Eliano dan kakaknya, Tijani Reijnders meniti karier profesional.
Tijani sendiri saat ini bermain sebagai gelandang untuk klub Liga Utama Inggris, Manchester City dan Timnas Belanda.
Eliano sudah mengenal klub PEC Zwolle sejak usia 11 tahun.
Ia meniti karier dari akademi, bermain di tim B1, A1, hingga cadangan.
Debut profesionalnya datang pada September 2020 saat melawan Feyenoord di ajang Eredivisie.
“Ini klub pertama saya. Saya tumbuh dan belajar di sini sejak kecil,” ungkap Eliano.
Sejak promosi ke tim utama pada 2018, performa Eliano terus berkembang.
Musim 2023/2024 menjadi puncaknya, ketika ia mencatat 32 penampilan dengan tiga gol dan satu assist.
Direktur Teknik Zwolle bahkan menyebutnya sebagai pemain dengan “potensi tinggi” karena kecepatan dan kemampuan teknisnya yang matang meski masih muda.
Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Darah Indonesia mengalir kuat dari ibunya, Angelina Lekatompessy, yang berasal dari Maluku.
Karena itu, keputusan Eliano untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 30 September 2024 terasa seperti “pulang ke rumah”.
Tak butuh waktu lama, ia langsung dipanggil memperkuat Timnas Indonesia pada 1 Oktober 2024 untuk laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Bahrain dan China.
Debutnya berlangsung penuh emosi, dengan hasil imbang 2–2 melawan Bahrain.
Eliano kemudian mencetak gol pertamanya untuk Indonesia saat menghadapi Tionghoa Taipei pada 5 September 2025.
Gol itu disambut meriah publik Tanah Air, menandai kontribusi pentingnya dalam skuad Garuda.
Bergabung dengan Persib Bandung
Langkah besar lainnya diambil Eliano ketika resmi bergabung dengan Persib Bandung pada 31 Agustus 2025.
Klub berjuluk Maung Bandung itu mengontraknya selama 2 tahun.
“Dengan usianya yang masih muda, Persib berharap kontribusi besar dari Eliano Reijnders untuk membangun prestasi klub di level domestik dan Asia,” kata Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat kala itu.
Kehadiran Eliano di Persib juga merupakan rekomendasi langsung dari pelatih Bojan Hodak, yang terkesan dengan etos kerja dan fleksibilitasnya di lapangan.
Dientil Jeje, Tapi Justru Dapat Dukungan Publik
Meski baru sebentar memperkuat Timnas, nama Eliano sempat diseret dalam kontroversi usai Jeje menyebut dirinya sebagai “biang kerok” kekalahan Indonesia dari Bahrain.
Namun, pernyataan itu terbukti keliru dan langsung dibantah keras oleh banyak pihak, termasuk Bojan Hodak.
"Beberapa orang seharusnya tetap fokus pada pekerjaannya sebagai penerjemah, bukan mengomentari hal teknis sepak bola,” sindir Bojan.
Alih-alih mendapat cibiran, Eliano justru banjir dukungan dari para suporter Indonesia, termasuk Bobotoh dan Jakmania, yang menilai kritik terhadapnya tidak berdasar.
Jeje akhirnya mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka kepada Eliano lewat video di media sosial.
Kini, Eliano Reijnders tidak hanya dikenal sebagai adik dari bintang Manchester City, tapi juga sebagai simbol generasi baru sepak bola Indonesia.
Pemain muda berdarah campuran yang memilih membela Merah Putih dan membuktikan diri lewat kerja keras. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria