Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kenapa Pantai Kelingking Nusa Penida Viral? Ramai soal Bangunan Serupa Lift, Pemkab Klungkung Beri Penjelasan Begini

Nur Pramudito • Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:32 WIB

 

Kenapa Pantai Kelingking Nusa Penida Viral? Ramai soal Bangunan Serupa Lift, Pemkab Klungkung Beri Penjelasan Begini
Kenapa Pantai Kelingking Nusa Penida Viral? Ramai soal Bangunan Serupa Lift, Pemkab Klungkung Beri Penjelasan Begini

RADARSOLO.COM - Pantai Kelingking Nusa Penida kembali menjadi pusat perhatian publik usai beredarnya video yang menunjukkan adanya pembangunan di kawasan wisata populer tersebut.

Dalam rekaman yang viral di media sosial, terlihat sebuah konstruksi yang disebut-sebut sebagai lift kaca setinggi 182 meter.

Biasanya, wisatawan yang ingin turun ke Kelingking Beach Nusa Penida harus menuruni tangga curam di tebing yang menantang adrenalin.

Kehadiran bangunan mirip lift itu disebut-sebut bertujuan untuk memudahkan akses wisatawan menuju pantai.

Baca Juga: Viral Busa Hitam Berbau Menyengat yang Gegerkan Subang Masih Jadi Teka-teki, KDM Tak Berani Simpulkan

Namun, rencana pembangunan tersebut justru memicu perdebatan sengit di dunia maya.

Banyak pihak menilai proyek ini berpotensi merusak keindahan alam dan kelestarian lingkungan di sekitar Kelingking Beach.

Proyek Disebut Sudah Berizin

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, Ni Made Sulistiawati, menyampaikan bahwa pembangunan di Pantai Kelingking Nusa Penida telah mengantongi izin resmi.

“Berdasarkan koordinasi kami dengan Dinas Perizinan, pembangunan itu sudah memiliki izin,” ujarnya pada Selasa (28/10/2025).

Meski begitu, Sulistiawati mengaku belum dapat memberikan keterangan detail mengenai jenis izin maupun siapa investor di balik proyek tersebut.

Ia menegaskan masih perlu melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Perizinan.

“Saya belum bisa menjelaskan lebih lanjut sebelum ada hasil koordinasi lengkap. Setelah kami mendapatkan keterangan resmi dari tiap dinas, akan kami sampaikan kembali,” jelasnya.

Lemahnya Pengawasan Tata Ruang

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menyoroti persoalan lemahnya pengawasan tata ruang dan sistem perizinan di berbagai wilayah Bali.

Menurutnya, kebijakan Online Single Submission (OSS) yang berjalan tanpa evaluasi daerah membuat pemerintah setempat kerap tidak mengetahui secara detail proyek yang sedang berjalan.

Koster menyampaikan hal itu dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026 di Kantor Gubernur Bali, Denpasar.

Ia juga mendukung langkah Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali dalam menertibkan berbagai pelanggaran tata ruang di Pulau Dewata.

“Saya mendukung penuh langkah Pansus TRAP dalam penegakan aturan. Ini merupakan bagian penting dari upaya menata Bali untuk 100 tahun ke depan,” tegasnya.

Dengan sorotan publik yang semakin besar, pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan agar pembangunan di Pantai Kelingking Nusa Penida tidak hanya berizin secara administratif, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan estetika alam yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.(np)

Editor : Nur Pramudito
#kelingking beach #nusa penida bali #klungkung #lift #pantai kelingking nusa penida #bali #Nusa Penida #pantai kelingking