RADARSOLO.COM - Kepala Kejaksaan Negeri Boyolali, Ridwan Ismawanta mendorong kontraktor pemeliharaan Jalan Pandanan di Simpang Lima Boyolali untuk terus mengejar ketertinggalan deviasi.
Ridwan meminta pihak kontraktor harus segera menyiapkan material yang dibutuhkan, serta melakukan koordinasi dengan instansi yang bersinggungan di lokasi konstruksi.
“Yang kemarin ada PDAM, PLN, dan DLH, segera lakukan untuk percepatan mengejar deviasi, saran dari kita saat ini adalah penambahan tenaga kerja, kemudian melaksanakan sesuai perencanaan,” jelas Ridwan, Kamis (30/10).
Laporan yang didapat oleh Kajari, saat ini pihak kontraktor sudah menggunakan jam kerja sebanyak 2 shif hinggal pukul 20.00 WIB.
Apabila progres masih kurang, Ridwan menyarankan agar jam kerja diperpanjang hingga pukul 12 malam.
"Kalau perlu diperpanjang sampai jam 12, memang ada deviasi, kalau minggu kemarin kita terima bahkan 2 digit (deviasi), tapi itu sudah percepatan, dia mengejar hingga 8 persen, harus kita hargai, tapi saya harap untuk minggu ini bisa mengejar hingga positif,” bebernya.
Ridwan juga berpesan, pihaknya sebagai tim pengawalan Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) berharap proyek tersebut dikerjakan sebaik mungkin.
Sebab, proyek pemeliharaan jalan Pandanaran merupakan proyek strategis daerah yang dibangun di tengah kota, sebagai wajah pembangunan Boyolali.
“Kami harap dikerjakan sebaik baiknya, sebenar benarnya, jaga mutunya, jaga kualitas dan bangunannya, kami sangat komitmen,” tambahnya.
Ridwan menambahkan, pihaknya selalu mendapat laporan terkait perkembangan proyek pembangunan di simpang lima Boyolali.(fid)
Editor : Nur Pramudito