RADARSOLO.COM - Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali, akhirnya angkat bicara soal pembangunan lift di Pantai Kelingking, Nusa Penida, yang belakangan menuai sorotan publik.
Bupati Klungkung, I Made Satria, menyebut pihaknya akan segera berkoordinasi dengan investor proyek tersebut untuk memastikan tidak ada dampak negatif terhadap lingkungan maupun panorama alam setempat.
"Kami akan terus berkomunikasi dengan investor agar pembangunan lift ini tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan keindahan Pantai Kelingking," ujar Satria di Klungkung dikutip dari ANTARA.
Pantai Kelingking selama ini dikenal sebagai ikon wisata Nusa Penida yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Karena itu, Satria berharap pembangunan lift yang bertujuan mempermudah akses wisatawan ke pantai tidak justru merusak daya tarik utamanya.
"Tujuannya memang baik, untuk membantu wisatawan agar lebih mudah turun ke pantai. Tapi jangan sampai malah berdampak sebaliknya dan merusak pesona alam yang menjadi daya tarik utama," katanya.
Menurut Satria, izin pembangunan proyek tersebut diajukan langsung oleh investor ke pemerintah pusat.
"Informasi yang saya terima selama menjabat sekitar tujuh bulan terakhir, izin proyek itu diproses langsung di pusat. Jadi kami di daerah memang tidak bisa berbuat banyak," ujarnya menambahkan.
Kemenparekraf Turun Tangan
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga turut menyoroti proyek lift di Pantai Kelingking.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto, menegaskan pihaknya akan mengawal proyek tersebut bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Pemkab Klungkung agar tetap sesuai regulasi dan memperhatikan kelestarian lingkungan.
"Kemenpar akan memastikan proses pembangunan lift ini sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tetap menjaga kondisi lingkungan," kata Hariyanto dikutip dari ANTARA, Kamis.
Ia menjelaskan, pengawasan terhadap proyek ini sudah dilakukan sejak tahap perencanaan pada 2023 untuk memastikan pembangunan memperhatikan prinsip keberlanjutan, keselamatan, dan kebersihan kawasan.
Menurut Kemenpar, keberadaan lift dapat menambah daya tarik wisata baru sekaligus meningkatkan durasi tinggal wisatawan di Nusa Penida.
Namun demikian, pihak pengembang diimbau untuk tetap memperhatikan aspek ekologis.
"Kami mendorong agar pengembang menerapkan standar konstruksi hijau dan memanfaatkan energi terbarukan selama proses pembangunan, sehingga dampak terhadap pemanasan global bisa diminimalkan," ujar Hariyanto.
Editor : Nur Pramudito